ULAMA ACEH- Dua ulama Kharismatik Aceh, Abu Paloh Gadeng dan Abu Manan. ARMIADI/RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Ulama Kharismatik Aceh Abu Paloh Gadeng mengajak kepada umat Islam untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah SWT. Hal itu disampaikan Abu Paloh Gadeng yang baru pulang berobat dari Malaysia, kepada Rakyat Aceh, Kamis (19/3).

Abu Paloh Gadeng mengatakan, terkait wabah virus Corona melanda Indonesia dan dunia, itu merupakan kiriman daripada Allah dan bukan dari siapa-siapa. “Jadi ini menandakan teguran Allah kepada kita, sehingga kita harus punya keinsafan diri dalam bidang agama dan Iman,”kata Ulama Kharismatik Aceh ini.

Menurut Abu, kita harus melihat kepada sejarah-sejarah umat terdahulu, ketika kaum Nabi Hud dan kaum Nabi Saleh yang dibasmikan bumi oleh Allah, sehingga mereka binasa atas azab Allah SWT. Penyebab mereka dibinasakan akibat ingkar kepada ajaran Rasul. Oleh karena itu, wabah virus Corona yang terjadi saat ini juga datang dari Allah.

“Sekarang perkembangan manusia menyangkut dengan Iman dan agama jauh meleceng ditengah-tengah Islam. Kalau kafir ya karena kafir, tapi ini terjadi ditengah-tengah Islam hidup tanpa tiada arti maka Allah menegur kita semua,”ucap Abu Paloh Gadeng.

Untuk itu, Abu juga meminta kepada umat Islam selalu berdoa, jangan meninggalkan shalat lima waktu dan menjauhi larangan Allah. Berdoa kepada Allah, berbunyi ‘Allah yang Engkau berikan Ini adalah musibah kepada kami dan kami bertaubat, keluar daripada zalim’. “Kalau ada hak orang yang tidak kita bayar maka bayarkanlah dan lainnya.

Kemudian dengan taubat itu, insya Allah akan dijauhi dari musibah dan ini imbauan saya kepada umat Islam,” ungkap Abu.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Abu Manan yang juga Ulama Kharismatik Aceh. Abu Manan mengatakan,Corona adalah salah satu tanda-tanda Allah memberi, adakala memberi pengertian, adakala memberi teguran.

Kemudian Allah memberi teguran secara nyata, dan adakala Allah memberi teguran secara tidak nyata. Namun untuk teguran secara nyata, Allah memberikan teguran seperti terjadi tsunami, goncangan bumi dan lainnya.

Sedangkan, teguran tidak nyata Allah memberikan teguran dengan kuman yang tidak dapat disaksikan oleh manusian. Tentunya, virus Corona yang terjadi saat ini merupakan kuman dan ini bentuk teguran secara tidak nyata dari Allah.

“ Jadi teguran itu Allah memberi tau begitu kejam kamu dan berkuasa diatas dunia dengan jalan yang tidak betul. Allah akan ancam kamu dengan benda yang sangat kecil. dengan kuman saja seluruh dunia kamu kewalahan, belum lagi dengan yang lain. Mana kekuatan dan kebesaran kamu diatas dunia,” jelas Abu Manan.

Sebut Abu, sejarah yang hampir dekat dengan kita, yakni ketika Abraham ingin menghancurkan Baitullah maka dibasmi oleh Allah dengan ababil, begitu juga umat dulu diberi azab dengan semut, kutu, dan kali ini diberikan azab dengan kuman yang lebih kecil.

“Bala itu adalah akibat ada sesuatu, sesuatu yang memang Allah memberi akibat bagaimana kekuatan dan kemampuan untuk mengatasinya tidak sanggup, terkecuali akibat itu sendiri yang kita hindari,” ujarnya.

Lanjut Abu, kekurangan dan kemaksitan yang terjadi dimana-dimana, dan tidak terkecuali orangnya. “Cuma ketahuilah kesalahan dan kemaksitan itu menurut orang, kalau memang dia seorang pedagang maka kesalahan dan kecurangan pasti terjadi dalam bidang perdagangan itu sendiri,” ucap Abu.

Begitu juga kalau seorang petani maka terjadi curang dalam bidang pertanian, kalau yang menyangkut dengan seorang pegawai negeri maka kecurangan terjadi dalam pegawai negeri, kalau dia seorang ulama maka kecurangan terjadi dikalangan ulama, itu pasti.

Oleh sebab itu, Abu Manan mengajak umat Islam untuk memeriksa dulu dimana terjadi kekurangan, tentang apa dan ketahuilah siapa kita, kalau kita seorang pegawai negeri kecurangan kita dimana dan kalau kita seorang ulama kecurangan kita dimana. Akibat virus corona yang terjadi di dunia saat ini semua telah berdampak. (arm/msi)