SIMEULUE (RA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Simeulue, merilis sebanyak 48 orang  yang berada di pulau Simeulue masuk dalam daftar tetap Orang Dalam Pengawasan (ODP)‎

Puluhan orang masuk dalam daftar ODP Covid 19 itu, yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Simeulue, ‎merupakan warga lokal yang kembali pulang ke pulau Simeulue, dari sejumlah daerah di Indonesia termasuk warga lokal yang pulang dari luar negeri.

Hal itu dijelaskan, Ali Muhayatsyah Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ‎dan Jubir Pemerintah Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (22/3).

“Hasil pendataan, pengawasan dan per‎kembangan hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ‎Kabupaten Simeulue, secara resmi masuk dalam daftar ODP sebanyak 48 orang warga kita, mereka ini kembali ke Simeulue dari luar daerah juga termasuk ada yang pulang dari luar Negeri”, katanya.

Dia juga menambahkan, rilis data ODP Covid – 19 pertanggal 22 Maret 2020 tersebut dapat berubah dan bisa bertambah,‎ serta pihak Gugu Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ‎Kabupaten Simeulue, telah mendirikan satu Sekretariat dan satu Posko di Gedung BPBD Simeulue.

Puluhan warga masuk masuk dalam daftar ODP itu, dengan profesi yang berbeda-beda, ada pelajar, mahasiswa, warga biasa serta juga ada ASN dan direncanakan, Senin (23/3), akan menambah posko lain di Kota Sinabang ibukota Kabupaten Simeulue serta lokasi penempatan orang telah masuk dalam daftar ODP.

Kendala yang dihadapi ‎personil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ‎Kabupaten Simeulue, masih minimnya peralatan pelindung diri, saat melakukan operasi pengechekan terhadap penumpang kapal yang tiba di pelabuhan dan maupun yang tiba bandara udara setempat.

Baca Juga...  Ilham Permana Kukuhkan PD I AMPG Aceh

‎Ali Muhayatsyah juga mengingatkan kepada seluruh warga Kabupaten Simeulue dengan perkembangan kasus Covid-19 yang masih terus bertambah, agar tingkatkan kewaspadaan tanpa rasa panik dan ‎patuhi semua himbauan dan petunjuk dari Pemerintah serya ‎bagi masyarakat yang terpaksa masih harus beraktivitas di luar rumah, jaga jarak aman, lindungi diri dan orang lain serta ‎untuk tingkatkan daya tahan tubuh dan perilaku hidup bersih dan sehat.‎

Bupati Erli Hasyim yang dikonfirmasi Harian Rakyat Aceh, Minggu (22/3), juga menegaskan‎ kepada seluruh warganya di 138 desa dalam 10 Kecamatan, untuk tetap ekstra mewaspadai virus Covid -19 tersebut, serta berupaya mengurangi dan membatasi diri untuk keluar rumah.

Untuk antisipasi sebaran Covid – 19 itu, Pemerintah Kabupaten Simeulue akan kebijakan dengan penerapan pembatasan waktu dan jam buka warung kopi maupun warung lainnya yang berpotensi tempat berkumpulnya w‎arga. Kebijakan pembatasan itu juga bakal diberlakukan dengan transportasi via laut dan udara serta pengawasan ekstar ketat di pelabuhan maupun bandara udara.

“Saya gemetar mendapat kabar dan informasi resmi dari ‎Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 ‎Kabupaten Simeulue‎, bahwa telah ada warga kita yang masuk dalam daftar ODP. Pemerintah Kabupaten Simeulue akan menerapkan kebijakan pembatasan waktu buka warung kopi, serta juga penerapan bakal dilakukan pembatasan tranporstasi rute laut dan udara”, kata Bupati Erli Hasyim.

Dia juga menambahkan masih mempertimbangkan untuk pembatasan akses tranportasi laut salah satu penghubung antar pulau Simeulue dan Sumatera, sebab bila dibatasi rute tersebut akan mempengaruhi kebutuhan pangan dan sembako lainnya yang diketahui dipasok dari pulau Sumatera dan pulau Jawa. (ahi)