Rakyat Aceh

LANGSA (RA) – Terkait antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), beredar isu lockdown atau penutupan total aktifitas pasar dan usaha di Kota Langsa selama 3 hari.

Akibatnya, warga Kota Langsa resah dan panik, sehingga menyikapi isu tersebut dengan upaya belanja stok kebutuhan sembako, Minggu (22/3).

Sebagaimana diakui Mawar (35), salah seorang ibu rumah tangga warga Gampong Sungai Lueng Langsa Timur. Dirinya resah dengan isu lockdown tersebut dan mengajak suaminya untuk belanja stok sembako ke pasar Langsa.

Hasil penelusuran Rakyat Aceh di lapangan, isu lockdown ini juga meresahkan warga Gampong Pondok Kemuning, Langsa Lama. Sebagaimana diungkapkan oleh Syafrizal (39), bahwa istrinya juga panik dengan isu tersebut dan mengajaknya untuk belanja stok sembako 3 hari kedepan.

Menyikapi isu dimaksud, Kepala Dinas Kesehatan Langsa, dr. Herman dalam konfirmasinya kepada Rakyat Aceh mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada intruksi lock down atau penutupan aktifitas pasar dan usaha di Kota Langsa oleh pemerintah Kota Langsa.

“Tidak benar ada intruksi lockdown dari pemerintah di Kota Langsa, sampai saat ini aktifitas masih normal, namun tetap waspada untuk segala kemungkinan. Jadi kita imbau masyarakat jangan panik atau takut berlebihan, bersikap wajar saja tapi dengan tetap dengan kewaspadaan diri,” sebut Herman.

Dirinya mengatakan, sebagai upaya antisipasi covid-19 yang meresahkan ini, warga diharapkan mengisolasi diri dengan selalu cuci tangan setelah beraktifitas, menjaga kebersihan badan dengan mandi, membersihkan lingkungan sekitar masing-masing, makan makanan bergizi, minum juice.

“Serta segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami sakit batuk, flu, demam dna tidak melakukan kontak langsung dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Yang paling penting tetap waspada dan tidak menganggap remeh masalah tersebut,” demikian Herman. (dai/slm)