Rakyat Aceh

LANGSA (RA) – Diduga menjadi korban malpraktek, seorang ibu muda SH (24) warga Kecamatan Langsa Baroe, tewas usai menjalani operasi kuret atas keguguran kehamilan anak ketiganya di salah satu rumah sakit Kota Langsa, Kamis (26/3).

Trio (26) suami korban kepada wartawan mengatakan, dugaan malpraktek berawal saat istrinya yang mengandung anak ketiga, tiba-tiba mengalami pendarahan pada usia kehamilan satu bulan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/3) sore sekira pukul 17.00 Wib, atas kondisi ini keluarga langsung membawa korban ke praktek dokter kandungan berinisial RA untuk mendapatkan tindakan medis.

“Setelah mendapatkan penanganan medis, dokter kandungan RA merujuk istri saya ke salah satu rumah sakit swasta di Langsa. Di sana pada Rabu (25/3) siang mulai pukul 10.30 Wib sampai 12.30 Wib, dokter RA langsung melakukan tindakan operasi kuret atau kuretase terhadap istri saya atas pendarahannya,” sebut Trio.

Dijelaskannya, pasca tindakan medis tersebut, kondisi korban semakin melemah hingga akhirnya harus ditempatkan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Bahkan atas kondisi tersebut, petugas medis rumah sakit langsung melakukan rontgen terhadap korban untuk mengetahui penyebab kemungkinan pasien melemah pasca operasi.

Lanjutnya, berdasarkan hasil rontgen diketahui ternyata terdapat seperti benda asing dalam rahim korban, diduga benda sisa medis tertinggal saat tindakan operasi kuret sebelumnya. Benda tersebut diperkirakan sebesar jari tangan dan berada dalam rahim.

“Mengetahui hal ini, saya melakukan komplain terhadap dokter RA, hingga terjadi perdebatan panjang. RA berjanji akan melakukan operasi ulang untuk mengambil diduga benda tertinggal dalam rahim istri saya pada Rabu (25/3) malam sekira pukul 22.00 Wib, setelah dirinya menutup klinik praktek,” sebut Trio lagi.

Namun, sambung Trio, karena kondisi istrinya semakin melemah, akhirnya pada pukul 21.00 Wib istrinya meninggal dengan benda asing dalam rahim. Tidak terima dengan kematian istrinya yang diduga malpraktek, saat itu juga dirinya membuat laporan ke Polres Langsa.

Sementara, dokter kandungan RA yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya kepada wartawan mengakui, SH adalah pasien yang ditanganinya.

“Iya saya tangani pasien tersebut, nanti hubungi lagi, saya sedang ada operasi di rumah sakit,” sebut RA singkat.

Sementara itu, Kapolres Langsa AKBP. Giyarto melalui Kasat Reskrim, Iptu. Arief Sukmo Wibowo membenarkan adanya laporan terkait dugaan malpraktek dari suami korban. “Iya benar suami korban telah melapor,” ujarnya singkat. (dai/min)