BANDA ACEH (RA) – Sejak pemerintah Kota Banda Aceh memberlakukan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, masyarakat Kota Banda Aceh tidak terkecuali masyarakat sekitar Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur, mengalami imbas dari kebijakan tersebut.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat rentan yang tidak memiliki pekerjaan tetap karena mereka tidak lagi punya penghasilan. Begitu juga dengan pedagang kecil, pendapatan mereka tidak  lagi mampu menopang kebutuhan rumah tangga.

Menyikapi kondisi demikian, Kepala Dusun Teratai Riazil S.Sos dibantu unsur masyarakat seperti Pemuda, Badan Kemakmuran Mushalla dan remaja musholla menyalurkan bantuan berupa sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak makan, telur dan mie instant bagi puluhan masyarakat rentan seperti janda, fakir miskin yang berada di Dusun Teratai.

Riazil menjelaskan, pihaknya memiliki program bantuan untuk masyarakat menghadapi bulan suci Ramadhan namun melihat fenomena yang terjadi saat ini terkait dengan pembatasan aktivitas bagi masyarakat di sekitaran Kota Banda Aceh khususnya Dusun Teratai maka pihaknya menganggap penting untuk memberikan bantuan bahan pokok kepada masyarakat untuk bisa hidup selama waktu yang diarahkan oleh pemerintah.

Riazil menambahkan kegiatan yang dilakukan diiniasi cukup cepat antara Aparatur Dusun Teratai, Pemuda Dusun Teratai, Remaja dan BKM Al-Hidayah, bantuan ini bersumber dari masyarakat dusun teratai.

Menurutnya, satu satu ketidak berhasilan pemerintah Kota Banda Aceh meng lockdown-kan masyarakatnya adalah selain faktor budaya masyarakat, juga faktor ekonomi, bagi masyarakat ekonomi bawah yang bekerja sehari untuk mendapatkan makan satu hari himbauan lockdown yang disampaikan pemerintah bukan tidak ingin dipatuhi namun kondisi ekonomi yang memaksa mereka untuk tetap mencari nafkah seperti biasa.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar pemerintah, BUMN, anggota Dewan, Perusahaan tidak hanya gencar meminta masyarakat untuk stay at home tetapi juga memikirkan kelompok rentan ini untuk bisa stay at home tanpa harus khawatir bagaimana kondisi dapur mereka.

“Kami hanya mampu menyalurkan kepada sebagian warga kita disini, jikalah kami mempunyai kemampuan lebih maka kamipun akan memberikan lebih besar untuk kota tercinta. Menurut kami sampai saat ini yang memiliki kemampuan besar adalah pemerintah kota maka harapan kita agar cepat dilaksanakan kondisi yang semakin meruncing/mencekik bagi masyarakat kecil.”Demikian ujar Riazil. (ra)