Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Ridha menyebutkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) di APBK Pidie, akan dicukur habis demi missi kemanusiaan.

“Seluruh dana di DAK tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid 19 Kabupaten Pidie,” sebut Muhammad Ridha, Minggu (29/3).

Katanya, apa yang dilaksanakan pihaknya itu mengacu pada Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia, Nomor.S-247/MK-07/2020, tertanggal 27 Maret 2020, ditujukan kepada Gubrrnur/Bupati/ Walikota se Indonesia.

Lalu, surat dari Gubernur Aceh kepada seluruh bupati dan walikota di wilayahnya. Surat gubernur tersebut, tertanggal 27 Maret 2020, bernomor 440/5458.

Katanya, penyediaan dana untuk penanganan dan pencegahan covid-19 tersebut yang akan dilakukan pihaknya itu sudah sesuai prosedur dan berdasarkan hukum. “Kami akan segera membahas masalah ini dengan dewan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, usai pertemuan dengan tokoh agama, mengatakan akan mengupayakan secepat mungkin dengan adanya petunjuk dari Menteri Keuangan Republik Infonesia, agar memanfaatkan dana pembangunan bersumber dari DAK 2020.

“Kami bersama Sekda, Kadis Keuangan dan Kepala Bappeda, sudah sepakat untuk memanfatkan dana DAK demi kelancaran penanganan dan pencegahan covid-19,” sebut Wabup.

Gunakan Dana Pribadi
Sementara itu, Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Tgk Chiek Ditiro Sigli, terpaksa menggunakan dana pribadi dalam menangani covid-19.

“Kita terpaksa pakai dana pribadi dan mengutang dengan pihak lain untuk penanganan covid-19,” sebut Kadiskes Pidie, Effendi Djunaidi, Sabtu (28/3), sembari mengatakan pihaknya menjalankan dulu tugas seadanya, mengingat berbagai fasilitas kebutuhan peralatan medis belum tersedia.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chiek Ditiro Sigli, Muhammad Yassir juga membenarkan, pihaknya sudah bekerja lama untuk pendataan Orang Dalam Pengawasan/Pemantauan.

“Dana menjadi kendala. Namun, demi kemanusiaan, penanganan virus corona tetap dilaksanakan. Hal itu, mengingat rumah sakit yang dipimpinnya itu ditunjuk oleh Plt Gubernur Aceh sebagai rumah sakit rujukan bagi penderita covid-19. (mag-85/bai)