Winger Persija Riko Simanjuntak memilih mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja. (Jawa Pos)

JAKARTA (RA) – Nongkrong dan ngopi adalah dua aktivitas yang hampir selalu dilakukan Riko Simanjuntak ketika tidak berlatih atau tanding.

Namun, mewabahnya virus korona (Covid-19) membuat Riko harus mengubah kebiasaannya itu.

Riko Simanjuntak sempat galau. Bukan karena cinta atau masalah di kehidupan pribadi. Namun, dia galau karena tidak bisa lagi keluar mencari tempat nongkrong untuk menikmati kopi.

Ya, sejak mewabahnya virus korona di Jakarta, pemain Persija Jakarta tersebut harus mengikuti anjuran pemerintah. Yaitu, #dirumahaja. Apalagi, timnya juga sedang diliburkan.

Riko adalah tipe orang yang taat anjuran pemerintah. Ketika diputuskan dilarang beraktivitas di luar rumah, sedapat mungkin pemain 28 tahun itu berdiam diri di rumah.

Bahkan, dia tak pulang kampung halamannya di Pematang Siantar. Padahal, jatah libur yang diberikan manajemen Macan Kemayoran –julukan Persija– cukup panjang.

Alasannya? Riko tidak ingin kepulangannya justru berisiko tinggi terhadap keluarga. Meski optimistis tidak terjangkit korona, Riko tidak bisa menjamin perjalanannya pulang ke Siantar, Sumatera Utara, akan aman dari ancaman virus yang menakutkan itu.

’’Riko sadar, orang yang Riko sayangi bisa terancam di kampung kalau saya pulang. Saya sayang orang tua di Siantar, tidak mau ambil risiko,’’ tuturnya.

Riko pun memilih stay di rumah. Sebagai pesepak bola, tentu dia tetap disiplin menjalankan tugas. Tetap berlatih sendiri agar kondisinya fit. Plus menjalankan beberapa program yang sudah diberikan pelatihnya di Persija.

Namun, rasa jenuh selalu melanda jika terus berdiam diri di rumah. Apalagi, Riko tidak bisa nongkrong dan ngopi lagi. ’’Ya, itu membuat Riko sedikit sedih, tapi bagaimana lagi. Sebisa mungkin kalau tidak penting Riko tidak keluar rumah,’’ paparnya.

Untuk masalah nongkrong, Riko mungkin bisa mengatasi. Dia bisa melupakannya dengan menonton film atau membaca buku. Tapi, untuk masalah ngopi, Riko sulit mencari aktivitas penggantinya. Kopi sudah bagai candu untuk pemain yang sempat berkostum Gresik United tersebut.

Karena sadar kopi adalah kebutuhan, mau tak mau Riko harus mencari cara agar kesukaannya itu tetap bisa dijalankan walau #dirumahaja.

Dia tidak bisa seperti dulu, keluar mencari warung atau kafe yang nyaman buat nyeruput kopi. Sekarang dia harus belajar bagaimana cara membuat kopi yang sesuai dengan seleranya.

Bagaimana belajarnya? Gampang. Riko punya banyak referensi. Dari beberapa kenalannya hingga berselancar di dunia maya.

Pria kelahiran 26 Januari 1992 itu pun mencoba-coba racikan yang sekiranya mantap di lidah. Salah di awal tentu dirasakan.

Hingga akhirnya, sekarang dia sudah menemukan racikan yang tepat untuk kopinya. ’’Ya, sekarang kopi sudah buat sendiri, aman,’’ ucapnya, lantas tertawa.

Riko berharap masyarakat juga bisa menemukan ’’aktivitas baru’’ selama masa karantina. Bosan? Tentu saja. Bahkan, pesepak bola yang punya fasilitas memadai seperti Riko saja merasakan kebosanan. ’’Tapi, yang bisa keluar dari rasa bosan itu adalah kemauan untuk menikmati situasi seperti ini,’’ ujarnya.

Menurut dia, berdiam diri di rumah jauh lebih ringan dibandingkan para tenaga medis yang bekerja merawat para pasien korona. ’’Ini semua wajib dilakukan bersama agar negara ini bisa kembali normal. Saya berdoa setiap hari untuk itu,’’ pungkasnya. (JPG/rif)