BANDA ACEH (RA) – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk menutup sementara Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kata Syech Fadhil, sikap tersebut merupakan aspirasi sejumlah kalangan serta pemerintah kabupaten kota di Aceh.

“Saya mendesak Menhub untuk menyahuti aspirasi warga di Aceh agar segera menutup Bandara SIM. Ini untuk memutuskan siklus dan mata rantai wabah Corona di Aceh,” kata Syech Fadhil, Rabu (1/4/2020).

Menurut Syech Fadhil, Pemkab Aceh Besar dan Banda Aceh sudah menyurati Dirjend Perhubungan terkait permintaan yang sama. Demikian juga dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Penutupan Bandara SIM Blang Bintang dinilai penting pasca pembatasan ruang di Aceh yang diterapkan oleh Pemerintah Aceh serta dilanjutkan dengan kebijakan jam malam.

“Masyarakat gelisah, dimana mereka ingin mata rantai wabah Corona terputus di Aceh dengan kebijakan merumahkan warga. Kemudian dilanjutkan dengan adanya jam malam.

Namun semua itu tidak ada artinya jika Bandara SIM masih beroperasi. Atas dasar ini, kita berharap Menhub segera menyahuti aspirasi warga,” kata mantan Ketua Alumni Timur Tengah ini.

Syech Fadhil berharap Menhub dapat mengerti dengan psikologis masyarakat di Aceh selama wabah Corona merebak.

Dimana, pada Selasa 31 Maret 2020, sebanyak 7 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga mendarat di Aceh melalui bandara SIM. Kedatangan 7 TKA asal China ini mendapat penolakan dari warga.

“Catatan seperti ini harus menjadi masukan bagi Kemenhub untuk menutup sementara Bandara SIM. Sehingga masyarakat di Aceh bisa tenang berada di rumah masing-masing,” kata Syech Fadhil lagi.

Sementara itu, Syech Fadhil berharap kepada Pemerintah Aceh, bahwa selama belum ditutupnya bandara, agar memaksimalkan pemeriksaan para penumpang serta bisa dilanjutkan dengan mengkarantina di tempat khusus di dekat bandara atau minimal mendata secara detail untuk kemudian berkoordinasi/menyampaikan ke alamat penumpang untuk dilakukan pengawasan dan menerapkan SOP pencegahan Covid 19.

“Terakhir, terhadap WNA, saya setuju dengan yang disuarakan oleh ketua Forbes, Nasir Jamil, untuk tidak diberikan peluang masuk ke Aceh untuk sementara waktu, tanpa kecuali,” kata Fadhil yang juga wakil ketua Forbes. (ra)