Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Ketua DPRA Aceh, Dahlan Jamaluddin mengungkapkan, dengan pemberlakuan jam malam, kini yang harus dipikirkan pemerintah ialah bagaimana menjawab dampak sosial ekonomi di masyarakat.

Dahlan menuturkan, perberlakuan jam malam merupakan kesepakatan dari Forkopimda dengan tujuan semata-mata pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Karena melihat perilaku, semua masyarat Aceh mulai dari kampung, warung kopi ada dimana-mana, begitu juga acara di malam hari. Maka salah satu diberlakukan jam malam untuk memastikan warga tinggal di rumah.

Tidak ada niatan lain,” kata Dahlan, usai melakukan Peresmian Ruang Rawat Isolasi covid-19 di ruang Outbreak Pinere RSUDZA, selasa (31/3).

Politis Partai Aceh itu menilai, perberlakukan jam malam, sampai saat ini berjalan efektif, “Efektif sampai harus digiring oleh polisi. Kalau tidak tetap berkeliaran masyarakat,” tuturnya.

Salah seorang pedagang di Lhokseumawe Wati (50), turut merasakan dampak ekonomi pasca diberlakukanya jam malam. Dia mengaku kesusahan terhadap kondisi ekonominya, yang sepi pembeli.

Menurutnya jam malam boleh saja diberlakukan, namun pemerintah harus memperdulikan juga bagaimana ekonomi warga, sebab ia juga mempunyai tanggungan.

“Kami patuh terhadap imbauan pemerintah, namun kami berharap pemerintah bisa meringankan beban kami dengan menyalurkan sedikit bantuan, guna kami bisa bertahan di rumah,” ujarnya. (mag-82/min)