BANDA ACEH (RA) – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, meminta pemberlakuan jam malam di Aceh untuk dievaluasi.

Pihak-pihak terkait diminta untuk menghitung plus minus kebijakan jam malam usai dijalankan selama ini.

“Saya berharap malam dievaluasi. Karena kebijakan sebelumnya sudah bagus tanpa harus ada jam malam,” kata Syech Fadhil di sela-sela pembagian sembako untuk fakir miskin, janda serta pemulung di seputaran Aceh Besar dan Banda Aceh, Kamis 2 April 2020.

Sebelumnya, kata Syech Fadhil, pemerintah Aceh sudah menerapkan social distancing serta menutup lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian.

“Sejumlah desa-desa di Aceh juga mulai menerapkan local lockdown. Ini saya nilai sudah bagus serta tak perlu ditambah dengan Jam Malam lagi,” kata Syech Fadhil.

“Orang-orang sudah tak dapat bekerja di pagi hingga siang hari. Kemudian diberlakukan lagi jam malam. Mau makan apa masyarakat jika tak bisa bekerja?” ujar mantan Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah ini lagi.

Kemudian, kata Syech Fadhil, kepada petinggi Polda dan Kodam di Aceh, dirinya berharap agar memberi edukasi kepada petugas di lapangan untuk tidak mengedepankan cara-cara militer saat bertemu dengan warga selama bertugas saat jam malam.

“Gunakan cara-cara yang persuasif. Teguran yang lembut dan tidak ada kekerasan dalam berkomunikasi dengan warga,” ujar Syech Fadhil.

Masyarakat Aceh, kata Syech Fadhil, sudah trauma dengan konflik di masa lalu. Dirinya berharap prilaku yang sama tidak terulang pada penanganan Corona di Aceh.

“Yang kita hadapi saat ini adalah darurat penanganan kesehatan serta bukan darurat militer. Jadi jangan ada sikap serta prilaku kekerasan terhadap warga,” ujar wakil Ketua FORBES DPR RI/DPD RI Asal Aceh ini. (ra)