Corona, Harga Bahan Dapur Tidak Stabil

TAPAKTUAN (RA) – Akibat dari virus Corona (covid-19), harga bahan dapur di pasar Inpres Tapaktuan mengalami ketidakstabilan.

Beberapa komoditi bahan pokok di pasar tradisional mengalami penurunan dan kenaikan.

Dari hasil pantauan Rakyat Aceh, Kamis, (2/4), di Pasar Inpres Tapaktuan selain sepinya pembeli pedagang yang berjualan juga berkurang tak seperti hari biasanya.

Salah satu pedagang, Tgk. Salamuddin MS, (50). mengatakan akibat dari virus covid-19 harga bahan dapur di Pasar ini mengalami penurunan.

” Harga bahan dapur sekarang tidak stabil, ada yang mengalami kenaikan dan penurunan,” katanya.

Sambungnya. Contohnya, harga cabe merah biasanya 40/kg sekarang turun 25/kg, begitu juga cabe rawit turun dari sebelumnya Rp.40.000, turun Rp 30.000, sementara harga bawang putih harga sebelumnya Rp 40.000 kilogram turun menjadi Rp 35.000 kilogram, bawang merah Rp 36.000 per kilogram turun 30.000 kilogram.

” Turunnya harga ini sudah terjadi sejak dua pekan, Anjloknya harga karena pasokan menumpuk dan daya pembeli berkurang, bisa kita maklumi masyarakat enggan keluar rumah saat ini karena Covid-19 semakin parah penyebarannya,” jelas Salamuddin.

Kita berharap wabah covid 19 cepat berlalu dan harga bisa stabil kembali, ” Kita perharap kepada Pemerintah bisa secepatnya mencari obat virus corona ini sehingga masyarakat ramai yang datang ke Pasar seperti semula,” harapnya.

Terpisah pedagang sembako, Syahrul, mengatakan beberapa harga sembako mengalami kenaikan, sepertinya halnya gula dan minyak goreng.

” Semula harga gula Rp. 13.000 per kilogram naik menjadi Rp. 20.000 per kilogram, kemudian minyak goreng semula harga Rp. 14.000 perliter naik menjadi Rp.20.000 perliter,” ungkapnya.(Yat).

Baca Juga...  Telkomsel Bentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital, Anak Perusahaan untuk Perkuat Ekonomi Digital Indonesia