BANDA ACEH (RA) – Pada saat ini dunia sedang dilanda bencana secara global yaitu wabah penyakit Pandemi Covid-19 dengan jumlah korban yang terus meningkat setiap harinya dan kelompok yang sangat rentan menjadi korban termasuk didalamnya adalah perempuan lanjut usia.

Provinsi Aceh juga merupakan salah satu daerah yang positif pandemic Covid-19 dan tentunya keadaan tersebut juga berdampak secara keseluruhan pada kehidupan keluarga dan masyarakat.

Dimana keluarga khususnya perempuan dengan status perempuan kepala keluarga sebagi penopang hidup keluarga yang harus berkali lipat menjalankan peran ganda sebagai kepala keluarga bukan hanya memikirkan soal penghasilan tetapi juga dituntut untuk menyesuaikan diri akibat berbagai kebijakan untuk pencegahan wabah termasuk kebijakan stay at home dan sekolah sekolah diliburkan.

Nevi Ariyani, SE selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) mengatakan dalam menyikapi masalah ini maka DP3A sesuai dengan mandatnya melakukan berbagai kampanye melalui media sosial dan juga kampanye lapangan berjarak dengan menggunakan fasilitas molin/mobil perlindungan perempuan pada titik yang diperkirakan masyarakat belum mendapatkan informasi yang cukup.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) serahkan bantuan paket sembako.

Dilain sisi DP3A juga menggalang donasi dari sejumlah ASN- nya untuk diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan terutama perempuan dan anak korban kekerasan dan perempuan kepala keluarga berupa paket sembako seperti beras, telur, minyak, gula dan lain-lain yang disalurkan pada beberapa titik dikawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Kegiatan donasi ini diharapkan dapat meringankan beban para penerima yang terkena imbas dari wabah ini. Paket sembako yang akan diberikan berjumlah lebih kurang 100 paket, Dan pada setiap penyerahan bantuan turut diberikan edukasi kepada dan pesan-pesan pencegahan,”terangnya.

DP3A didukung sepenuhnya oleh ARC Unsyiah juga ikut mendistribusikan Hand Sanitizer kepada sejumlah anak anak yang tegabung dalam rumah baca, Pendamping/Paralegal komunitas, Rumah aman dan Rumah yatim serta panti yang menjadi mitra utama DP3A dalam penanganan kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak sejumlah 140 botol.

Dalam kesempatan ini Ibu Nevi Ariyani, SE juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tidak mengucilkan para korban wabah covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol dari pihak medis seperti pembatasan jarak (pshical distancing), mencuci tangan pakai sabun dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan tetap membangun kewaspadaan terhadap potensi kekerasan bagi perempuan dan anak karena walaupun bencana sedang Aceh kemungkinan munculnya kasus kasus kekerasan termasuk kekerasan seksual tetap terjadi dan jika ada korban silakan akses nomor pengaduan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh dengan Hotline 085262748875. (ra)