Warga Gampong Baroh Lancok, Pidie Jaya berusaha membongkar jembatan satu-satu penghubung warga Pusong, Kabupaten Pidie, yang dipicu lahan milik gampong dicaplok warga Pusong, Sabtu (4/4) kemarin. (for rakyat aceh)

MEUREUDU (RA) – Kisruh lahan perbatasan antara Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, dengan pemblokadean berdampak jembatan penghubung antara desa di dua daerah tersebut rusak karena terbakar.

Pemblokadean terjadi di jembatan yang menjadi penghubungan antara gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie dan Gampong Baroh Lancok, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya terjadi Sabtu, (4/4) kemarin.

Informasi dari pihak Gampong Baroh Lancok, blokade jembatan dilakukan itu dengan berusaha memutus satu-satunya sarana penghubung, karena lahan yang diklaim milik gampong Baroh Lancok dijual warga gampong Pusong.

Pencaplokan lahan, telah berulang kali dilarang oleh Keuchik serta aparat gampong Baroh Lancok. Namun, tak dihiraukan, baik oleh pembeli, penjual maupun pihak Gampong Pusong. Bahkan lahan tersebut terus digali untuk dijadikan tambak.

“Lahan yang di jual oleh warga Pusong kira-kira seluas dua hektar itu milik gampong kami. Kami sudah melarang untuk dijual dan digali dijadikan tambak. Tapi didengar oleh penjual, pembeli. Dan tidak ada respon apapun dari pihak gampong Pusong,” kata Keuchik Gampong Baroh Lancok, M. Yusuf, Sabtu (4/4) saat warga gampong beraksi.

Alasan pihaknya melarang lahan tersebut dijual kata dia, karena di samping lahan itu, terdapat lahan bersertifikat milik warga Gampong Baroh Lancok. Di sertifikat itu, lokasinya diterangkan berada di Gampong Baroh Lancok, Kabupaten Pidie Jaya.

“Karena larangan kami tak dihiraukan, saya tidak dapat lagi membendung amarah warga saya, karena wilayahnya telah diserobot orang. Bisa dilihat sendiri bagaimana warga beraksi,” kata M. Yusuf.

Jembatan Dirusak
Aparat dari TNI/Polri dari Polsek dan Koramil Bandar Baru, datang ke lokasi, untuk meredam aksi amarah warga Baroh Lancok, supaya jembatan yang menjadi satu-satu akses penghubung 560 warga Gampong Pusong tidak diputuskan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Warga yang emosi telah memuncak terus berupaya membongkar jembatan itu dengan membakar dan membobok lantai jembatan.

Upaya warga Baroh Lancok baru terhenti saat azan magrib berkumandang dan Waka Polres Pidie Jaya, Kompol Burhanuddin berikut sejumlah personilnya turun ke lokasi.

Ratusan warga juga sempat merusak untuk memutuskan jembatan penghubung dua gampong perbatasan Pidie-Pidie Jaya itu. Namun aksi ratusan warga terhenti setelah pihak TNI/Polri terjun ke lokasi.

Kapolres Pidie Jaya mengatakan, persoalan tapal batas di antara Gampong Baroh Lancok dengan Gampong Pusong, bukan hanya persoalan dua desa saja. Tapi juga menjadi persoalan dua kabupaten yaitu Pidie dan Pidie Jaya, karena batas antara dua gampong itu juga sebagai batas wilayah dua kabupaten.

“Jadi, persoalan tapal batas ini, biar lah pihak Pemerintah Pidie dan Pidie Jaya yang menyelesaikan. Saat pemekaran dulu, batas-batasnya telah ditentukan. Jadi tidak ada gunanya juga kita gontok-gontaan. Semua ada mekanisme,” kata Kapolres Pidie Jaya kala itu.

TPPBD Pidie Jaya ke Lokasi
Merespon masalah tersebut, Tim Penegasan dan Penetapan Batas Daerah (TPPBD) Pidie Jaya bersama Muspika Bandar Baru, Senin (6/4) turun ke lokasi untuk memastikan titik koordinat perbatasan yang menjadi segketa saat ini.

Sekretaris TPPBD Pidie Jaya, Muslim Khadri kepada Rakyat Aceh mengatakan, pihaknya akan membahas dengan Pemerintah Kabupaten Pidie terkait titik PBU 1 batas Kabupaten Pidie Jaya terbentuk.

“Saat ini sungai yang ada sudah dangkal akibat abrasi dan faktor tsunami, sehingga batas alam yang selama ini menjadi patokan sudah tidak nampak lagi,” sebut Muslem.

Ia menjelaskan, turunnya pihaknya ke lapangan kemarin guna memastikan kembali titik koordinat dengan mengunakan peta kartu matrik yang dibuat oleh Pemerintah Aceh tahun 2009 lalu. setelah ini, kita akan membahas dengan Pemerintah Pidie.

“Besok akan kita bahas kembali dengan Pemerintah Kabupaten Pidie titik-titik koordinat tersebut supaya tidak lagi terjadi konflik di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mencegah terjadi kembali konflik seperti pengrusakan jembatan atau blokade jalan bagi warga Pusong, pihak kepolisian meminta pemilik atau operator alat berat yang selama ini bekerja pada lahan, untuk menghentikan penggalian lahan menjadi tambak sampai masalah tapal batas selesai.

“Alat berat (beko) yang tengah bekerja, kami minta tidak melanjutkan pekerjaannya, hingga permasalahan tapal batas ini selesai,” kata Kapolsek Bandar Baru, Ipda Muhammad Nur.

Warga Gampong Pusong ‘Serbu’ Kantor Bupati
Belasan warga Gampong Pusong, Kecatamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Senin siang kemarin mendatangi Kantor Bupati Pidie. Pasalnya, jembatan kabupaten dirusak warga kabupaten tetangga.

Kabag Pemerintahan Setda Pidie, Fahrizal S.STP yang menyambut warga kepada Rakyat Aceh menyebutkan, kehadiran belasan tokoh masyarakat Gampong Pusong itu menyangkut dirusak jembatan kabupaten di Gampong Pusong oleh warga Gampong Lancok, Kabupaten Pidie Jaya.

“Ini persoalan tapal batas antara warga Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie dengan warga Gampong Lancok, Kecamatan .Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya,” sebut Fahrizal.

Disebutkan, jika warga Gampong Pusong merupakan sebuah gampong yang dilingkari laut, hanya ada satu jalan keluar masuk dari desa tersebut, yaknj dari jembatan yang telah dirusak itu.

Menurut Fahrizal, masalah ini juga sudah dibahas oleh Pemkab Pidie Jaya, mungkin Wabup Pidie Jaya, Said Mulyadi akan datang hari ini, Selasa (7/4) membahas persoalan ini.

Kepala Desa (Keuchiek) Gampong Pusong, M.Jakfar menyebutkan, warga Gampong Lancok bersikukuh dengan tapal.batas. Padahal, mereka tidak mengerti, sehingga mencaplok wilayah orang. “Masak wilayah gampong kami, mereka bilang wilayah Gampong Lancok,” sebut Keuchiek Jakfar.

Tim Penataan Tapal Batas Daerah, Muhammad Rabiul STMT kepada Rakyat Aceh mengatakan, sebenarnya tapal batas yang diributkan itu sudah jelas. Karena, pembatasan dua desa bersiteru itu, yaknj dibelah oleh sungai. (san/mag-85/min).