Pemerintah Upayakan Beli Kopi Masyarakat

Suasana rapat antara pemerintah daerah dengan beberapa stakeholder terkait dengan pembelian kopi masyarakat yang kini tengah dilanda kesulitan. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Respon cepat pemerintah Aceh Tengah terkait dengan pengaduan para petani kopi yang mendatangi gedung perwakilan rakyat patut diapresiasi. Dinas Perdagangan langsung mengundang para stakeholder yang paham kopi.

Dan hasilnya pemerintah berusaha membeli kopi rakyat dengan mengunakan dana APBK 2020. “Kita akan mencari payung hukum terlebih dahulu dan harus mendiskusikanya dengan berbagai pihak termasuk DPRK serta pihak lain.

Kalau semua memang tidak cukup, tapi paling tidak bisa menampung sebagian. Dan lainnya kita akan upayakan dana lain,” kata Shabela Abubakar, sambil mengatakan kalau memungkinkan dengan dana APBK.

Menurutnya, itu satu solusi dan solusi lainnya adalah mengalihkan dana Otsus yang ada di Aceh untuk menangangani darurat ekonomi yang hari ini melanda daerah Aceh Tengah.

“Kita akan upayakan itu. Karena hari ini masyarakat petani kopi sudah sangat mendesak untuk kebutuhan dapur,” ucap Shabela didampingi Kadis Perdagangan, Joharsyah.

Pemerintah menurut Shabela akan terus berpikir mencari jalan keluar untuk menampung semua kopi masyarakat bekerjasama dengan para eksportir yang ada. “Kita tetap diskusikan dengan para eksportir yang ada saat ini di Takengon, bagaimana semua bisa tertampung,” jelas Bupati Shabela.

Dialog yang melibatkan Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian juga mendesak pihak Bank Aceh juga bisa memperkuat pembelian kopi masyarakat melalui resi gudang yang ada di Takengon, demikian juga Bank BRI.

“Saya akan membicarakan hal ini dengan pihak pimpinan tertinggi Bank Aceh dan Gubernur. Siang ini (kemarin) akan saya bicarakan terkait apa yang menjadi keresahan masyarakat petani kopi di Gayo,” kata Hendra Budian.

Menurut petani Gayo bulan ini tengah dimulai panen perdana dan harga anjlok tidak karuan, apalagi para penampung besar seperti eksportir telah menahan pembelian dari masyarakat.

Baca Juga...  Aliansi Muslimat Aceh Minta DPRA Tolak RUU TPKS

Estimasi kebutuhan dana untuk pembelian kopi masyarakat di tahun 2020 senilai Rp1,8 triliun dengan produksi sebesar 68.000 ton untuk tiga kabupaten di wilayah tengah, Aceh Tengah, Bener Meriah serta Gayo Lues.

“Untuk Aceh Tengah kebutuhan nilai uang untuk membeli kopi masyarakat senilai Rp1,8 triliun,” kata Joharsyah.

Hasil diskusi dengan berbagai pihak, semua tengah diupayakan dengan berbagai cara mengatasi kesulitan ekonomi saat ini. “Kita peduli dengan jeritan masyarakat dan kami hadir menyahuti hal tersebut, tentu tidak bisa seperti membalik telapak tangan,” lanjut Joharsyah, Senin (13/4). (jur/bai)