Pertahankan Status HijauLangkah Pemerintah Aceh Jaya Menghadapi Covid-19

Bupati Aceh Jaya Drs H.T Irfan TB memantau para petugas yang sedang malaksanakan tugas pengecekan suhu tubuh di Gampong Babah Ie Kecamatan Jaya, Sabtu (4/4).( Hendra Sayeung/ Rakyat Aceh)

Calang (RA) – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menghadapi dampak Covid-19 terlihat mulai dari mengambil kebijakan anggaran dalam situasi darurat membahas anggaran bersama DPRK yang memakan waktu 4 Jam hingga mengumpulkan anggaran hingga Rp4 miliar lebih.

Sejak virus corona dinyatakan pandemik, telah didirikan posko pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap pelintas, baik dari arah Banda Aceh meupun dari arah lintas Barat Selatan, tepatnya di Kawasan perbatasan Meulaboh dan Aceh Jaya.

Selain mendirikan posko pemeriksaan, Aceh Jaya di bawah Pimpinan Bupati Drs H. Teuku Irfan TB, telah berhasil menekan penyebaran Covid-19 hingga kini daerah tersebut masih berstatus hijau dengan arti kata belum ada warga terjangkit corona.

Hal ini jug berkat kesiapsiagaan pemerintah dalam menagani wabah corona serta peran aktif Petugas Medis, BPBK, PMI,RAPI,dan TNI-Polri dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

Bupati Irfan mengatakan, kondisi ini turut sosialisasi berperilaku hidup sehat serta jaga jarak saat keluar dari rumah dalam melaksanakan berbagai aktifitas diluar rumah, “hingga kini tinggkat kesadaran masyarakat sangat meningkat dalam menerapkan berprilaku hidup sehat dalam menjaga jarak saat sudah diluar rumah”.

“Saat ini sejumlah pihak baik PKK serta Dekranas telah melakukan pembagian masker baik yang telah dilakukan pihak kepolisian dan Kodim serta sejumlah organisasi lain nya kondisi ini merupakan salah satu bentuk sinergi dalam penangani corona,” kata Irfan

Untuk menjelang Bulan Suci Ramdhan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbaun kepada ASN (aparatur sipil negara) maupun tenaga harian lepas (THL) tidak dibenarkan untuk mudik, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Memang sebelumunya juga telah diberlakukan kepada seluruh ASN maupun THL tidak dibernarkan mangkal di warung kopi. “Ada beberapa ASN yang telah kami tindak baik itu pemotongan tunjangan kerja karena ini merupakan salah satu bentuk keseriusan kita dalam menghadapi corona,” ujarnya lagi.

Baca Juga...  Normalkan Jembatan Rangka Baja BPBD Simeulue Tancapkan Puluhan Batang Kelapa‎

Alhamdullilah, untuk saat ini untuk pasien ODP (orang dalam pantauan) telah nol ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam menghadapi Wabah ini, semoga hingga berakhirnya corona ini tidak ada warga yang terjangkit virus Ini.

Bupati Irfan menambahkan, secara bersama-sama telah melakukan penyemprotan disinfektan baik ke setiap masjid-mesjid maupun jalan raya kegiatan ini bertujuan agar memutus mata rantai Covid-19, namun bagi setiap warung maupun fasilitas umum telah di anjurkan untuk menyediakan tempat cuci tangan.

Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan konsumsi pola makanan yang bergizi, berolah raga di perkarangan rumah serta berdo’a selalu mematuhi setiap himbaun pemerintah sehingga kita semua terhindar dari marabahaya yang kini sedang melanda Indonesia Aceh pada umum akibat dampak kasus ini. (adv)