Hindari Konsentrasi Massa, Megang Ramadhan di Pusat Kecamatan

Walikota Langsa sedang menyampaikan kebijakan megang, Kamis (16/4).

LANGSA (RA) – Guna menghindari terjadinya konsentrasi massa selama physical distancing, Pemerintah Kota Langsa akan memusatkan pasar daging megang menyambut Ramadhan 1441 H ke kecamatan masing-masing, Kamis (16/4).

“Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah dalam rapat muspida di Pendopo Walikota Langsa tadi,” demikian dikatakan Kabag. Humas dan Protokol Setda Kota Langsa M. Husin, S. Sos, MM kepada Rakyat Aceh.

Dijelaskannya, pemindahan pusat pasar megang yang biasanya dilaksanakan di pusat Kota ke kecamatan, merupakan upaya menghindari konsentrasi massa dan Physical Distancing (jaga jarak antar sesama) sesuai aturan protokol kesehatan.

Lanjutnya, hal ini menyikapi hari megang yang merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan yang tidak bisa dihilangkan. Karenanya imbauan agar dilaksanakan diwilayah Kecamatan masing-masing agar keramaian tidak terpusat pada satu tempat.

“Kita terus antisipasi dan tidak boleh lengah terhadap Covid-19, walaupun kita memasuki bulan puasa. Pembagian lapak nantinya harus disosialisasikan tidak berdasarkan kepentingan pribadi, tapi kepentingan umum,” ujar Husin.

Tambahnya, jarak lapak untuk pedagang daging nantinya 2 meter dengan lapak lainnya. Untuk itu, Forkopincam harus pro aktif diwilahnya dan koordinasi dengan instansi terkait agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

“Aturan di Kecamatan nantinya harus diberlakukan sama, pembeli wajib menggunakan masker, setelah beli daging langsung pulang, dan dilarang memotong hewan di lapak jualan. Berkaitan dengan pedagang takjil (makanan berbuka) juga kita berlakukan jarak masing-masing meja 1 meter lokasi didepan latos mulai beraktivitas pukul 16.00 – 18.30 WIB,” demikian Husin. (dai)