Ketua Kadin Aceh Laporkan Pimpinan Media Lokal

H Makmur Budiman (kedua dari kanan) saat membuat laporan ke SPKT Polda Aceh, Rabu (15/4). (muamar ghifari/rakyat aceh)

BANDA ACEH – Ketua Ketua Umum Kadin Aceh, H Makmur Budiman resmi melaporkan Pimred Modus Aceh, Muhammad Shaleh ke Polda Aceh atas dugaan pencemaran nama baik, Rabu (15/4).

H Makmur Budiman membuat laporan pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh ditemani tiga orang saksi antara lain Muhammad Iqbal Piyeung, Sri Radjasa Chandra dan Abd Hadi Abidin alias Adi Maros.

Laporan tersebut diterima Iptu Musafir dengan Nomor LP/117/IVYAN.2.5/2020/SPKT. Pengusaha Aceh itu menjelaskan, maksud laporannya terhadap salah satu pimpinan media lokal di Aceh, terkait pemberitaan yang tidak sesuai.

Menurut keterangan pelapor, Muhammad Saleh selaku terlapor dengan sengaja dan berniat buruk menyebarkan berita hoaks di media cetak, dan medsos terkait kucuran kredit di Bank Aceh senilai Rp108 miliar. Menurut Makmur apa yang dituduhkan terlapor tidak sesuai dengan fakta.

Makmur mengungkapkan, kredit di Bank Aceh hanya Rp68 miliar untuk kredit pabrik kelapa sawit dan Rp15 miliar untuk modal kerja. Sedangkan ditulis dan beredar di media 108 miliar.

“Katanya kreditnya juga macet padahal itu tidak ada, tetap berjalan lancar dan perlu diketahui juga, kami asuransi 100 persen. Apa pun yang terjadi kita di backup oleh asuransi.

kita tidak ada problem. Pabrik kita pun itu dalam kota, jarak dengan jalan besar itu sekitar 1,7 km. Mungkin perkiraan aset kita cukup besar. Nama baik saya tercemar karena berita hoaks, nanti biar pihak berwajib membuktikan. “sebutnya.

Atas laporan tersebut, pihaknya berharap polisi agar menindak lanjuti laporan dugaan pencemaran nama baik.

Menanggapi laporan tersebut, pimpinan media Modus Aceh, Muhammad Saleh, mengatakan, melaporkan adalah hak dia warga negara Indonesia.

“Silahkan melapor, itu hak dia sebagai warga negara indonesia jika ingin melaporkan, saya siap mengikuti prosedur hukum,” tegas Saleh. (mag-82/min)

Baca Juga...  Menko Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir