Wakil Ketua MPR: Pemerintah Harus Berani Tegas Larang Mudik Lebaran

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta pemerintah berani untuk dengan tegas memutuskan pelarangan mudik Lebaran 2020. (dok MPR RI)

Harianrakyataceh.com – Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta pemerintah berani untuk dengan tegas memutuskan pelarangan mudik Lebaran 2020. Hal ini mengingat kondisi darurat pandemi COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut politikus senior Demokrat itu, tujuan pelarangan mudik tentu untuk demi menjaga agar pandemi COVID-19 tidak semakin meluas, akibat migrasi besar-besaran masyarakat melakukan mudik.

“Kebijakan pelarangan tersebut berlaku kepada semua tanpa kecuali. Bila mudik diperbolehkan akan berpotensi meningkatkan penyebaran virus Corona menjadi 200.000 orang,” ungkap Syarief dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Sabtu (18/4).

Adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin memperbanyak masyarakat yang berada di kota-kota besar untuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Bila hal demikian dibiarkan tentu akan semakin membahayakan dari proses penyebaran COVID-19.

Sebab sudah terbukti banyak pekerja informal yang datang dari kota-kota besar ke kampung halamannya menularkan virus COVID-19 kepada saudara, tetangga, bahkan tenaga kesehatan, dan dokter yang berada di kampung asalnya.

Menurut Syarief, berdasarkan update data pada hari ini penyebaran COVID-19 sudah mencapai sekitar 5.923 kasus. Untuk itulah ia menyebutkan, jangan sampai karena tidak ada ketegasan dari pemerintah terkait dengan mudik sehingga penyebaran virus Corona semakan meluas.

“Karena ada kemungkinan pemudik akan menjadi pembawa virus tanpa disadari,” ujar Syarief.

Syarief menuturkan, bahwa Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebutkan ada 56 persen masyarakat yang menyadari bahaya virus Corona sehingga mereka oleh memutuskan untuk tidak mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini. Maka dari itu, Syarief pun mendorong agar pemerintah membuat jaring pengaman sosial untuk rakyat bila larangan mudik dikeluarkan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : ARM

Baca Juga...  Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Habis dalam Sekejap di Minimarket