Daging Meugang Tembus Rp180 Ribu

Pedagang daging melayani serbuan belasan pembeli di Pasar Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Rabu (22/4). MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Meski Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah telah menetapkan harga daging sebasar Rp 150 ribu per kilogram, namun di hari pertama meugang di bebarapa pasar tembus Rp180 ribu per kg, Rabu (22/4).

Namun demikian, di beberpa tempat seperti pasar Simpang Tiga, Simpang Balik dan Timang Gajah ada yang menjual lebih murah yaitu, Rp 160 ribu per kg dan habis terjual di hari pertama megang ini.

Salah seorang pedagang daging di wilayah simpang tiga Roy (32) kepada Rakyat Aceh, meski di beberpa tempat ,menjual daging dengan harga rp 180 ribu pihaknya tetap menjual dengan harga rp 160 ribu per kg.

“Allhamdulilah, daging kami jual diburu pembeli dan untuk satu ekor kerbau yang kami sembelih sudah habis terjual sampai siang tadi,“ ungkap Roy.

Sementera itu Kepala Dinas Perinsdustrian dan Perdagangan Kabupaten Bener Meriah Miharbi,S,Sos mengaku harga daging di kabupaten bener meriah masih normal mencapi Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kg.

Setelah mendengar adanya laporan dari masyarakat terkait adanya pedagang yang menjual dengan harga Rp 170-180 ribu per kg pihaknya mengaku langsung turun kelapangan untuk memastikan.” Memang benar ada yang menjual dengan harga Rp 180 namun itu daging yang kulitas paling bagus atau nomor satu,” ungkapnya.

Namun, demikian katanya menurut para pedagang tersebut daging yang kualitas paling bagus tersebut tidak banyak dan pembeli tidak merasa keberatan. “Buktinya habis terjual kalo memang mahal kan tidak dibeli,” ujarnya.

Selain itu katanya pedagang juga mengaku membeli kerbau dengan harga yang sangat mahal sehingga pedagang juga tidak mendapatkan untung banyak di megang kali ini.
“Kita juga berharap harga daging meugang di kabupaten Bener Meriah tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat di tengah COVID-19 ini” harapnya.

Baca Juga...  Pastikan Hukum Kasus SPPD Dewan Simeulue

Sementara itu, puncak meugang di Kabupaten Bener Meriah masih di perkirakan besok dan saat ini sudah banyak didirikan lapak untuk menjual daging di beberpa pasar.

Di Pidie Harga Daging Meugang Turun
Di Pusat Pasar Kota Sigli, Kabupaten Pidie harga daging meugang malah turun hingga Rp 140.000 per kilogram. Sementara para pedagang ternak mematoknya di harga Rp 180.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang daging musiman di Pusat Pasar Kota Sigli, Rabu siang kemarin mengatakan, mereka terpaksa menurunkan harga daging kerbau dari Rp180.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram. Karena, kurang pembeli.

Hingga pukul 12.00 WIB, harga daging meugang (motong) di Sigli, dan di sejumlah ibukota kecamatan berada di posisi Rp140 ribu per kilogram. Kendati harga daging turun, namun tidak membuat pembeli tertarik.

Kondisi ini, sebut Abdullah, M Jakfar, Abdullah Gani, dan Syarifuddin, tidak pernah terjadi di tahun tahun sebelumnya, sehingga mereka terpaksa menurunkan harga daging.

Para pedagang daging tersebut mengakui, masyarakat cukup ramai menyerbu pusat pasar, tapi masyarakat tidak.serius membeli daging meugang meski.harga tetap diturunkan.

M.Jakfar, menyebutkan, biasanya atau meugang tahun lalu, jam 10.00 WIB jualannya sudah habis dua ekor sapi, tapi sekarang setengah dari satu ekor lembu pun belum laku. (uri/mag-85/min)