Solusi Kredit Abang Becak Beraudensi ke DPRK

Audensi abang becak mesin berjalan alot, juru bicara Dedi (kanan) saat meminta jawaban dari perwakilan kreditur (FIF) untuk memberikan solusi kredit akibat wabah corona saat ini. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Organisasi becak yang mengais rejeki di Kabupaten Aceh Tengah beraudiensi dengan perwakilan rakyat setempat meminta diberikan restrukturisasi kredit kepada debitur akibat wabah corona.

Juru bicara organisasi becak, Dedi mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu telah mengajukan restrukturisasi kredit ke perusahaan lesing, namun diperjalanan menemukan jalan buntu.

“Untuk itu kami hadir hari ini, karena kami terdampak atas penyebaran covid-19, meski tidak secara langsung hal itu sejak awal sudah kami rasakan,” jelas Dedi, Selasa (28/4) di aula DPRK Aceh Tengah.

Sesuai intruksi Presiden kata Dedi, usaha UMKM dibawah plafon Rp10 miliar ada keringanan diberikan kepada debitur. Namun untuk Aceh Tengah masih belum berlaku.

“Kami merasa bingung saat ini bagaimana pengajuan penangguhan itu, secara kolektif sudah diajukan namun ada kebuntuan, bahkan masih ada deb kolektor yang melakukan penagihan kepada pengemudi becak, perlu bapak ketahui dari 1000 pengemudi becak di Aceh Tengah, 80 persen terlibat kredit,” papar Dedi.

Pihaknya meminta, legislatif dan eksekutif mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penundaan pembayaran kredit. “Penghasilan kami sehari-hari hanya Rp20 ribu, untuk makan saja masih terkatung katung, lain lagi harus membayar kredit,” pinta Dedi berharap DPRK memberi solusi.

Lebih lanjut kata dia, dari beberapa pengusaha kredit di Aceh Tengah harus menggunakan biaya administrasi untuk pengajuan restrukturisasi kredit. “Untuk pengajuan tersebut kenapa masih setor biaya administrasi, apa dasarnya, kami harap DPRK usut masalah ini, apabila perlu pidanakan,” harap Dedi sebagai juru bicara tukang becak.

Edi Kurniawan sebagai Wakil I DPRK mengharapkan pihak OJK, agar memberikan keringannan seringan-ringannya, kepada abang becak karena kondisi wabah ini. “OJK harus memberi keringan dalam kondisi seperti hari ini. Semua kita terkena imbas wabah corona ini, jadi semua harus berpikir jernih,” harap Edi Kurniawan.

Baca Juga...  Shabela Terima Penghargaan Penyintas Kopi Gayo Menuju Dunia dari HRA

Untuk diketahui, Pemkab Aceh Tengah telah menyurati OJK Provinsi Aceh dengan Nomor: 580/1387/Eko tentang Restrukturisasi kredit.

Hadir dalam audiensi itu, Wakil Ketua DPRK Edi Kurniawan, anggota Abadi Ayus, Eka Saputra, Muchsin Hasan, Susilawati, Januar Efendi, Asisten Harun Manzhola, Kabag Ekonomi Marwandi Munthe dan Perusahaan Mandala, Group FIF dan Ketua Organda Juna. (jur/bai)