Rumah Tangga Finis Gegara Ibu Mertua Materialistis

PUNYA mertua cerewet saja sudah bikin repot, apalagi wataknya juga materialistis alias matre. Itulah yang dialami Karin -bukan nama sebenarnya- yang kini tak kuat lagi punya mertua matre wa cerewet.

Karin bersuamikan Donwori -juga bukan nama asli- yang sebenarnya penyayang istri. Keduanya sama-sama berumur 28 tahun.

Sebut saja mertua Karin itu bernama Mira. Karin menurutkan, saat dirinya masih pendekatan dengan Donwori saja Mira sudah meminta macam-macam.

Kalau Karin pas keluar kota, Mira pasti minta dioleh-olehi. Ketika Mira tahu Karin dan Donwori jalan ke mal, wanita paruh baya itu juga minta dibelikan jajan.

Karin pulang ke kampung halamannya di Gresik pun Mira meminta oleh-oleh. “Saya terpaksa bawakan, karena kalau tidak, sudah dihina-hina di Facebook,” ujar Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, pertengahan bulan lalu.

Parahnya, Mira tak segan-segan meminta uang ke menantunya. Ketika tahu Karin baru gajian atau memperoleh bonus, Mira langsung menyodorkan permintaan.

Menurut Karin, dirinya memang meminta uang pengganti kepada Donwori. Namun, lama-lama Karin tak kuat juga.

“Dulu pernah sekali, saat masih pacaran, sepupunya resepsi. Karena saya belum ada ikatan ya mau memberi amplop saja, tetapi sama mama mertua malah dimintai uang empat juta. Katanya untuk bantu urunan,” ujar Karin mengenang pengalamannya yang pahit.

Semula Karin kurang sreg ketika Donwori meminangnya. Penyebabnya juga lantaran ibunda Donwori yang pelit.

Namun karena Donwori memaksa, Karin tak kuasa menolaknya. Pernah saat masih pacaran Karin pernah memutus Donwori.

Namun, pria budak cinta alias bucin itu langsung sakit-sakitan. Mira pun memohon kepada Karin untuk melanjutkan hubungan asmaranya dengan Donwori.

Sejak saat itu sebenarnya sikap Mira pada Karin juga berubah. Namun, setelah menikah dengan Donwori, Karin Karin kembali menghadapi Mira dengan watak aslinya.

Segala hal yang dilakukan Karin selalu salah di mata Mira. Lama-kelamaan Mira yang bertambah usia malah menjadi-jadi.

Jika Karin tidak bekerja, Mira langsung menganggap mantunya itu mengeksploitasi Donwori. Mira lantas menebar fitnah dengan mengatakan Donwori tidak pernah peduli lagi kepada ibu sendiri karena dihasut Karin.

Giliran Karin bekerja, Mira juga menebar fitnah dengan jurus lain. Mira menuding Karin bekerja cuma untuk alasan agar bisa keluyuran dan menggaet lelaki lain.

Karin makin gerah karena anaknya juga jadi sasaran Mira. Anak Karin hasil pernikahannya dengan Donwori malah sering dituding Mira sebagai bocah kontet, kepalanya kegedean, berkulit hitam, sampai beragam umpatan lainnya.

Karena segala sikap dan perlakuan mertua itulah Karin tak butuh banyak pertimbangan untuk menceraikan Donwori. Selain itu, belakangan Donwori juga makin kurang gereget mencari rezeki buat menafkahi anak istri.

Ya sudah, lebih baik bagi Karin untuk mengucapkan good-bye.(Radar Surabaya)