Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LASKAR RENCONG · 1 May 2020 07:42 WIB ·

Tips Sehat Berolahraga saat Puasa Ramadhan


 Jika olahraga di bulan-bulan biasa bisa dilakukan di pagi hari atau kapan saja, olahraga di bulan Ramadhan bisa diatur waktunya, baik mendekati berbuka maupun sebelum sahur.  Perbesar

Jika olahraga di bulan-bulan biasa bisa dilakukan di pagi hari atau kapan saja, olahraga di bulan Ramadhan bisa diatur waktunya, baik mendekati berbuka maupun sebelum sahur.

Harianrakyataceh.com – Untuk tetap menjaga kebugaran tubuh di saat bulan puasa Ramadhan, seseorang tetap memerlukan gerak tubuh atau berolahraga.

Tentu olahraga yang dilakukan pada saat bulan puasa harus dilakukan berbeda secara waktu.

Jika olahraga di bulan-bulan biasa bisa dilakukan di pagi hari atau kapan saja, olahraga di bulan puasa ramadhan bisa diatur waktunya, baik mendekati berbuka maupun sebelum sahur.

Menurut Pakar Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr Syahrizal Syarif, berolahraga di bulan puasa bisa dilakukan dengan stratching saja, gerak-gerak ringan dan kecil. “Kalau mau berolahraga bisa dekat-dekat waktu berbuka puasa.

Misalnya jalan kaki 12 menit sampai 15 menit cukup, tapi mendekati berbuka puasa, jangan dilakukan di siang hari,” ujar Syahrizal, Senin (28/4) di Jakarta.

Jadi, lanjut Syahrizal, olahraga yang baik di bulan puasa ialah satu jam sebelum berbuka puasa. Karena jika dilakukan di siang hari, khawatir terjadi dehidrasi, kekurangan cairan.

“Karena saat kekurangan cairan, akibatnya tidak bagus untuk fungsi ginjal,” jelas pria yang Ketua PBNU Bidang Kesehatan ini. Atau sebaliknya, katanya, olahraga bisa dilakukan sebelum waktu sahur, jangan sesudah sahur. Jadi sebelum sahur dan sebelum berbuka.

“Yang terpenting saya ingatkan, jangan menganggap bahwa puasa itu menurunkan kekebalan tubuh. Tetapi jika sakit, bisa dipertimbangkan untuk menunda berpuasa di tengah wabah seperti ini,” terang Syahrizal.

Lebih lanjut ia mengutarakan, makan sahur juga mampu menguatkan ketahanan tubuh ketika berpuasa. Hal ini penting di tengah wabah virus corona yang membutuhkan cukup ketahanan tubuh sebagai langkah pencegahan.

Santap menu sahur bisa dilakukan dengan menyajikan sayur-sayuran dan protein lemak. “Jadi kalau sahur, itu makan makanan yang susah diolah, makanan yang susah diolah itu yaitu sayur-sayuran, protein lemak agar bisa sedikit tahan lapar sehingga bisa menguatkan ketahanan tubuh,” ujar Syahrizal. “Jadi makanan berlemak itu bagus untuk sahur, tetapi sebaliknya tidak bagus untuk berbuka,” imbuhnya. Pewarta: Fathoni Ahmad Editor: Kendi Setiawan

Sumber: https://www.nu.or.id/

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Terpilih Aklamasi, Saifuddin Muhammad Kembali Pimpin Askab PSSI Bireuen

15 July 2024 - 14:35 WIB

Ditunggu Skuadra Birueun

9 July 2024 - 10:33 WIB

Soal Larangan Transfer, Nazaruddin Dek Gam: Persiraja tidak Ada Masalah dengan FIFA

26 June 2024 - 15:08 WIB

Dimulai Besok, HIPMI Aceh Cup 2024 Perebutkan Hadiah Rp150 Juta

26 June 2024 - 12:45 WIB

Ponpes Darul Amanah Satu- satunya Pesantren yang Ikuti Kompetisi Sepak Bola di Bali 7s Se-Asia Tenggara

21 June 2024 - 17:48 WIB

Kongres PSSI 2024, Persiraja Harapkan Peningkatan Kualitas Wasit

10 June 2024 - 20:17 WIB

Trending di LASKAR RENCONG