Aceh Tenggara Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi dan luapan merendam ratusan rumah di Aceh Tenggara, puluhan rumah lainnya terancam ambruk, Jumat (1/5). (noval/rakyat aceh)

Ratusan Rumah Terendam, Puluhan Terancam Ambruk

KUTACANE (RA) – Sejumlah kecamatan di Aceh Tenggara dikepung banjir disinyalir akibat luapan sejumlah sungai karena tingginya intensitas hujan di daerah tersebut.

Kecamatan berdampak banjir, seperti Lawe Alas, Kecamatan Bambel, Bukti Tusam, Babul Rahmah, dan Kayu Mentagur. Jumlah rumah terendam mencapai ratusan mulai dari 50 centimeter hingga sepinggang orang dewasa.

Camat Lawe Alas Sudirman dihubungi mengatakan, banjir di daerahnya disebabkan luapan sungai Lawe Gunung. Insiden ini setidaknya telah merendam dua desa yakni Cingkam Meranggun dan desa Darul Amin.

“Peristiwa berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari tadi, akibat hujan deras terjadi sejak sore kemarin,” kata Sudirman, kepada Rakyat Aceh Jumat (1/5).
Untuk Desa Cingkam Meranggun, rumah terendam banjir sebanyak 9 rumah, sedangkan di Darul Amin ada 27 rumah. Ketinggian air mencapai 30-40 centimeter.

21 Rumah Warga Pedesi Terancam Ambruk
Luapan sungai Alas di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel juga mengakibatkan 21 unit rumah berada di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Alas terancam ambruk.

“Kami berharap pemerintah untuk memperbaiki tanggul jebol di sungai Biak Moli. Karena kalo tidak rumah kami bakalan terserat arus sungai,” kata Fakri (39) warga Pedesi.

Dia menduga, banjir menimpa rumahnya dan sejumlah warga di daerah itu disebabkan maraknya keberadaan Galian C Ilegal, beroperasi di sungai tersebut.

“Sebelumnya kami tidak pernah mengalami hal seperti ini sekalipun walaupun hujan deras bagaimanapun,” jelasnya dan diamini warga lain.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi, mengatakan sejauh ini masyarakat terdampak banjir telah dilakukan pendataan. Tercatat 56 unit rumah warga terendam.
Terkait bantuan masa panik dikatakannya, bantuan itu hanya disalurkan kepada warga mengalami rumah yang rusak.

Baca Juga...  Mobil Innova Terjun ke Sawah

Tripa Makmur Terendam Banjir
Banjir juga merendam puluhan rumah di Gampong Ujong Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, akibat luapan Sungai Lamie, Jumat (1/5)

Camat Tripa Makmur, Rajab Somitro,SH mengatakan, genangan banjir di badan jalan sepanjang 60 metar dengan kedalapan 30 cm, kondisi itu mengakibatkan pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

“Sekitar 60 meter badan jalan yang terendam banjir, yang parah hanya sekitar 20 meter, kendaraan roda dua ada yang mogok di air,” kata Camat Rajab Somitro.
Sedangkan di dalam rumah warga air mancapai 40 – 50 cm dan ada sekitar 20 rumah warga di Gampong Ujong Krueng terendam banjir luapan sungai lamie itu.

Lintas Nagan Raya-Takengon Longsor
Intensitas hujan yang tinggi juga diduga menyebabkan dua titik jalan lintasan Kacamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah longsor di dua titik, Jumat (1/5)

Kepala BPBD Nagan Raya, Mistar, mengaakan, longsor tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Nagan Raya dan sekitarnya.

“Hujan mengakibatkan terjadinya tanah longsor di kecamatan Beutong Ateuh Banggalang di Km 2,” kata Mistar

Menurutnya, Longsor tersebut sempat menutupi badan jalan sehinga stransportasi lumpuh total beberapa jam, namun setelah dilakukan pembersihan tanah lonsur stansportasi kembali normal seperti biasa.

Warga dibantu TNI/Polri melakukan pembersihan sisa tanah longsor di Km 2, Kacamatan Beutong Ateuh Banggalang.

“Tanah longsor terjadi di Km 2, atau lawat Puskesmas arah ke Takengon, sekitar pukul 10:00 Wib tadi (kemarin) sudah normal kembali setelah dibersihkan sisa tanah longsor tersebut,” kata Mistar. (val/ibr/min)