Aceh Kembali Nol COVID-19

Quote Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr Endang Meutiawati
“Alhamdulillah, semua yang positif hidup sembuh semua”

BANDA ACEH (RA) – Kabar bahagia kembali hadir di tengah kecemasan Covid-19. Dua pasien yang terakhir positif virus tersebut dan dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dinyatakan sembuh. Kepastian negatif itu diperoleh dari hasil swab tes pada Sabtu (2/5).

Dua pasien terakhir sembuh itu berasal dari Pidie dan Aceh Tamiang dengan masing-masing inisial AI (24) dan AJ (20). Inisial terakhir tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur yang baru kembali ke Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, semua yang positif hidup sembuh semua,” tutur Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr Endang Meutiawati, Minggu (3/5).

Lebih jauh, meskipun sudah dinyatakan negatif, kedua pasien ini dikatakan Endang, belum ada kepastian kapan bisa kembali ke rumah masing-masing. Hingga hari ini, tercatat ada 11 orang di Aceh yang positif corona, dimana 10 dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, meski Aceh sudah kembali nol negatif corona, masyarakat dihimbau tetap waspada dengan menerapkan protokoler kesehatan sebagaimana anjuran yang ada. “Tetap tidak boleh lalai karena wabah belum selesai,” tutup Endang.

Pasien Sembuh Terus Bertambah
Sementara di skala nasional, pasien sembuh dari COVID-19 terus bertambah melebihi angka kasus kematian. Kabar baik ini menjadi harapan bagi semua pasien Covid-19 yang saat ini masih dirawat. Semua pasien harus yakin bahwa penyakit Covid-19 bisa disembuhkan.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien sembuh pada Minggu (3/5) bertambah sebanyak 211 orang. Sehingga pasien sembuh kini menjadi 1.876 orang.

Baca Juga...  Persoalan Asmara, Asrawati Dibunuh

Sedangkan untuk data pasien meninggal bertambah 14 orang. Totalnya menjadi 845 orang. Jumlah itu jauh di bawah total pasien sembuh.

“Harus mampu melaksanakan upaya memutus rantai penularannya. Bekerja semua dari rumah. Gunakan masker. Adalah bentuk menangkal penyakit ini,” tegas Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/5).

Menurutnya, banyak pasien tanpa gejala bisa saja dijumpai dalam perjalanan mudik. Seperti toilet, kendaraan umum atau rest area di SPBU.

“Dan Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan tapi semua bidang. Dan berikan potensi ancaman keamanan negara yang bisa timbul kalau tak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Pasien dinyatakan sembuh adalah jika mereka dinyatakan 2 kali negatif dari pemeriksaan spesimennya. Dan sejauh ini Jakarta menjadi provinsi paling banyak kasus sembuhnya, yakni sebanyak 632 orang. (icm/min)