BC Jaring 13 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Thailand

BC Kanwil Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah ilegal asal Thailand yang memiliki dokumen impor kepabeanan di Perairan Air Masin, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (30/4) lalu. (for rakyat aceh)

ACEH TAMIANG (RA) – Operasi Jaring Sriwijaya Bea Cukai Kanwil Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah ilegal asal Thailand yang memiliki dokumen impor kepabeanan yang sah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro dalam rilis yang dikirim Minggu (3/5) menyebutkan, bawang merah seberat 13 ton ini merupakan hasil kerjasama BC Aceh dengan Kanwil Sumut, Kanwil Khusus Kepri, Bea Cukai Kuala Langsa, dan Bea Cukai Belawan.

Bawang merah asal Thailand sebanyak 13 (tiga belas) ton ini dikemas dalam 650 karung @20 kg berhasil diamankan gabungan Petugas Bea Cukai pada hari Kamis (30/4) di Perairan Air Masin, Kabupaten Aceh Tamiang.

Total nilai bawang merah eks muatan KM Rajawali GT 15 ini diperkirakan sebesar Rp 390.000.000 (tiga ratus sembilan puluh juta rupiah) dengan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp 135.500.000,- (seratus tiga puluh lima juta lima ratus ribu rupiah).

Tim Satgas Kapal Patroli BC 20005 saat Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya mendapat informasi masuknya kapal membawa barnag illegal di pesisir pantai timur Provinsi Aceh

Kamis (30/4) dini hari Pukul 02.00 WIB, Tim menjumpai kapal target di Perairan Air Masin, Aceh Tamiang. Namun kapal kayu berbendera Indonesia tersebut terus melaju dan berusaha melarikan diri dengan menambah kecepatannya.

Selanjutnya anggota Tim Satgas memutuskan untuk melakukan pengejaran terhadap kapal target, hingga akhirnya kapal kayu dengan nama lambung KM Rajawali GT 15 ini berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kepabeanan.

Nakhoda tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah atas barang yang diangkutnya sehingga Tim Satgas melakukan penindakan terhadap kapal, muatan, maupun awaknya.

Berdasarkan koordinasi dengan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara dan Bea Cukai Belawan, Komandan Kapal Patroli BC 20005 memerintahkan agar KM Rajawali beserta muatannya untuk diarahkan menuju dermaga Pangkalan Bea Cukai Belawan.

Saat ini 4 (empat) orang tersangka awak KM Rajawali ditahan di Rutan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Selanjutnya berkas kasus ini diserahterimakan kepada Bea Cukai Kuala Langsa guna pemeriksaan serta proses lebih lanjut. (ril/min)