Doa Bersama Berharap Ada Keadilan

ACEH UTARA (RA) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) mengajak seluruh masyarakat Aceh tidak lupa akan sejarah Tragedi Simpang Kertas Kraft Aceh (KKA), Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada 3 Mei tahun 1999 silam.

Bagi masyarakat Acèh sudah tidak asing lagi dengan peristiwa simpang KKA 3 Mei 1999. Karena merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi pada masa konflik Aceh dulu.

Tragedi Simpang KKA adalah sebuah peristiwa penembakan yang dilakukan pasukan militer saat warga Aceh tengah berdemo. Peristiwa ini terjadi di sebuah persimpangan jalan dekat pabrik PT Kertas Kraft Aceh di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

” 21 tahun sudah berlalu, Simpang KAA masih meninggalkan kabar duka yang mendalam bagi warga Aceh Utara. Hampir setiap tahunnya masyarakat Aceh Utara memperingati dengan kenduri dan doa bersama. Berharap agar ada keadilan dalam peristiwa berdarah tersebut,”ucap Royhan selaku Ketua BEM Unimal didampingi Wakil BEM, M. Sabar, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Ia mengatakan, Koalisi NGO HAM Aceh mencatat sedikitnya 46 warga sipil tewas, 156 mengalami luka tembak, dan 10 orang hilang dalam peristiwa itu.

Tujuh dari korban tewas adalah anak-anak. Atas kejadian itu, maka negara perlu bertanggung jawab dan menghentikan impunitas yang selama ini terjadi. Untuk itu, kita berharap bapak presiden Ir. H. Joko Widodo bisa menjalankan amanah konstitusional dalam menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Aceh.

Bem Unimal meminta agar Komnas HAM dan Kejagung untuk segera mengusut tuntaskan kasus ini jangan lagi bertele tele.

Memang Aceh telah berdamai 15 tahun yang lalu namun hingga dengan hari ini luka akibat pelanggaran HAM tersebut belum juga disembuhkan di hati masyarakat Acèh. “Kami sangat mengharapkan agar pelanggaran ini segera diselesaikan dengan seadil-adilnya demi mewujudkan keadilan yang hakiki di Aceh,”pintanya.

Baca Juga...  Aliansi Muslimat Aceh Minta DPRA Tolak RUU TPKS

Untuk itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk memperingati tragedi simpang KKA yang ke-21, dengan berdoa bersema di rumah masing-masing serta mengkasatkan doawagar para korban diterima di sisi Allah SWT. ” Semoga terbukanya mata hati Pemerintah untuk dapat segera menyelesaikan persoalan tragedi berdarah simpang KKA,”imbuhnya. (arm/msi)