PLN Tegaskan Tarif Listrik Tak Ada Kenaikan

Masyarakat mendapat penjelasan dari Kepala ULP PLN Langsa Kota, Adam Ramanditha, Senin (4/5). BAHTIAR HUSIN/RAKYAT ACEH

LANGSA (RA) – Kepala Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Langsa Kota, Adam Ramanditha menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik.

Namun, menurutnya, penyebab naiknya tagihan bisa disebabkan pada Maret sudah mulai mewabah virus corona, sehingga pemakaian listrik tanpa disadari mulai banyak dan menyebabkan rekening listrik naik.

Informasi ini disampaikan Adam didampingi Suvervisor Transaksi Energi, Ridwan Suryalesmana kepada puluhan warga dari beberapa gampong dalam wilayah Kota Langsa yang mendatangi kantor ULP PLN Langsa, Senin (4/5).

“Selain itu, sejak Covid-19 tersebut rekening listrik April pemakaian Maret dilakukan pembacaan meter dengan hitungan rata-rata tiga bulan terakhir yakni Januari, Februari dan Maret.

Sehingga, hal ini juga berdampak pada perhitungan rekening tidak sesuai dengan kondisi meteran di rumah pelanggan, artinya ada pelanggan yang kekurangan bayar bulan sebelumnya, terakumulasi ada tagihan rekening bulan selanjutnya,” pungkas Adam.

Sementara salah seorang pelanggan, Intan saat mendatangi kantor PLN kepada wartawan menuturkan, bahwa dirinya untuk pemakaian Maret 2020 biaya rekeningnya sebesar Rp 850 ribu. Tapi kini pada pemakaian April 2020 biaya rekening melonjak draktis menjadi sebesar Rp1.585.000.

“Padahal pemakaian listrik tetap sama seperti bulan-bulan sebelumnya, tidak ada penambahan barang-barang ekektronik atau kegiatan apapun. Tapi, ketika saya membayar tagihan untuk bulan April 2020, biaya pemakaian listrik melonjak tinggi seperti ini, mana bisa terima kita,” keluh Intan.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Samsul saat ditemui di halaman PLN Langsa, menurutnya, kenaikan tagihan listrik bulan April ada yang aneh dan tidak logis.

Pasalnya, dengan pemakaian normal sebagaimana biasanya, tapi tagihan melonjak tinggi, “Biasanya pemakaian listrik saya Rp. 400 ribu, tapi untuk bulan April mencapai Rp. 700 ribu, ini kan aneh, kecuali kita ada melakukan penambahan alat eletronik dengan beban listrik tinggi,” ketusnya.

Baca Juga...  Lapas Kelas lll Lhoknga Ikuti Tabur Bunga

Karennaya, atas kenaikan ini, warga berharap pemerintah mencari solusi, agar tagihan listrik tidak melonjak seperti ini. Apalagi, saat ini kondisi ekonomi masyarakat semakin terjepit yang disebabkan mewabahnya virus corona. (dai/slm)