Pos Perbatasan Lebih Selektif

Anggota DPRK Aceh Tengah, Ismail AS, memakaikan masker kepada salah satu warga di Pos Perbatasan daerah itu. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Anggota Fraksi Keramat Mupakat DPRK Aceh Tengah, Ismail AS, terus mengajak semua pihak untuk kerja keras guna mengantisifasi masuknya pandemi corona ke Takengon.

Menurutnya, benteng yang harus kita buat sudah jelas aturanya, dengan menjaga jarak, pakai masker serta jauhi kerumunan. Kasus pulang kampung yang terjadi banyak didaerah lain, harus menjadi rujukan agar kita lebih hati-hati.

“Semua harus siaga. Banyak contoh warga yang pulang kampung membawa, seharusnya karantina terlebih dahulu,” kata Ismail, Kamis (7/5).

Artinya siapapun pendatang atau warga lokal yang berada diluar daerah, harus mengikuti protap yang telah ditentukan, yaitu dengan mengikuti isolasi selama 14 hari.

Kejadian di kabupaten tetangga (Bener Meriah-Gayo Lues), harapan Ismail semua pihak bisa melakukan evaluasi terhadap semua jajaran yang bekerja untuk penanganan covid-19 saat ini.

“Evaluasi harus segera kita lakukan, agar kita semua tidak menyesal kemudian,” harap Ismail anggota Komisi D.

Politisi Partai Aceh itu juga mengingatkan semua pihak eksekutif agar bekerja lebih ekstra lagi. Menghadapi wabah ini seperti buah simalakama, “Namun semua kita harus mentaati aturan yang telah dibuat oleh pemerintah,” lanjut Ismail.

Lain itu, penegasan Ismail terhadap pintu masuk ke Aceh Tengah harus diperketat lagi, dengan memastikan semua yang masuk harus melewati pos pemeriksaan.

“Pos perbatasan harus benar-benar “steril” melepas warga pendatang ke Takengon,” katanya menutup pembicaraan. (jur/bai)

Baca Juga...  Airlangga Dorong Pengembangan Teknologi Bangun Industri Kesehatan Nasional