Terkait Pembentukan Forkkab, Sejumlah Keuchik Minta Jangan Ciptakan Kegaduhan Ditengah Pandemi Covid-19

BIREUEN (RA) – Beredar informasi di kalangan media terkait sejumlah keuchik (kepala desa) wilayah Kecamatan Juli yang mendukung pembentukan Forum Komunikasi Keuchik Kabupaten Bireuen (Forkkab), mendapat kritikan dari beberapa pihak atas tindakan tersebut.

Beberapa keuchik lingkungan Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Lembaga Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), meminta kepada para keuchik yang mengatasnamakan keuchik juli supaya tidak menciptakan kegaduhan di tengah pandemi covid-19.

Keuchik Taufik Rahadian salah seorang keuchik Desa Juli Tgk Dilampoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kepada media Harian Rakyat Aceh, Minggu (10/5) mengatakan, kami meminta kepada sejumlah keuchik yang telah berdiskusi saat pertemuan terbatas dalam upaya pembentukan Forkkab Bireuen jangan membuat kegaduhan ditengah masyarakat.

“Saya sampaikan keberatan dan merasa kecewa atas tindakan pimpinan dalam desa, yang memprioritaskan diri untuk membentuk Lembaga Forum Komunikasi Keuchik Kabupaten Bireuen (Forkkab) ditengah virus corona mewabah,” tegasnya.

Kita berharap, sebut Taufik, kepala desa harus menjadi panutan bagi masyarakat dengan cara memprioritaskan penangan Covid-19, seperti menggelar berbagai keanekaragaman kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan virus corona.

Jangan malah mengurus urusan lain yang dianggap tidak terlalu penting, apalagi sekarang di Bireuen sudah ada lembaga APDESI. ini akan memperkeruh keadaan disaat penyakit lagi mewabah, buat situasi aman, damai dan utamakan kepercayaan masyarakat terhadap pimpinan. Kechik sebagai panutan, berikan suri teladan yang baik kepada masyarakat Bireuen.

“Rawatlah lembaga APDESI yang telah ada, jangan mencari UUD untuk membuat lembaga lain ditengah Pandemi berlangsung. Silahkan berdemokrasi, tapi tunggu selesai Pandemi dulu,” sebutnya. (Akh-23)

Baca Juga...  GAP Umuslim Bireuen Serahkan Bibir Pohon Kepada Korban Banjir