5.767 Warga Langsa Terima BST

Wakil Walikota Marzuki Hamid sedang menyerahkan BST secara simbolis di kantor pos, Rabu (13/5). Rakyat Aceh/Ray Iskandar

LANGSA (RA) – Pemerintah Kota Langsa salurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial Republik Indonesia kepada 5.767 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), senilai Rp600 ribu selama tiga bulan, Rabu (13/5).

“Jadi total jumlah yang diterima KPM untuk 3 bulan adalah Rp1,8 juta. BST ini dibagikan untuk periode April, Mei, dan Juni,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Armia,SP, saat melakukan penyerahan secara simbolis di kantor pos setempat.

Armia menyebutkan, jumlah penerima BST di Kota Langsa adalah 5.767 KPM. Para penerima masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos RI, diperbaharui per Januari 2020.

Para penerima BST, tidak termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masuk dalam program bantuan manapun. BST yang dibagikan tahap pertama ini adalah untuk bulan April.

Hal ini karena baru bisa dicairkan di bulan Mei oleh sebab itu rencananya pada Bulan Mei akan dibagikan lagi untuk tahap keduanya. Sehingga nanti untuk tahap ketiga yakni untuk periode bulan Juni, akan selesai tepat waktu. Ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota, Marzuki Hamid mengatakan ditengah wabab pandemi covid 19, Kementrian Sosial RI sangat peduli dengan masyarakat. Dimana pada hari ini, telah menyalurkan bantuan BST ini. Dan semoga bantuan ini bermamfaat.

Pemo Langsa menyadari akibat wabah virus corona pasti memiliki dampak bagi masyarakat, sehingga ada yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan berkurang. Makanya pemerintah menurunkan bantuan sosial.

Untuk itu, Pemko Langsa berharap agar bantuan ini tidak tumpang tindih, mohon para pihak terkait untuk mengawasi agar tepat sasaran. Namun jika ada yang belum dapat, maka dihimbau jangan ribut-ribut bahkan publis media massa.

“Kalau ada yang tidak dapat, lebih baik lapor kepada Geuchik Gampong setempat dan lapor, untuk selanjutnya disampaikan ke dinas sosial” ujar Marzuki Hamid.

Selanjutnya, kepada Camat dan Geuchik tolong dirinya meminta ikut mengawasi jangan sampai ada warganya yang tidak makan. “Berdosa kita semua kalau ada masyarakat kita tidak makan,” tegasnya.

Ditambahkanya, dalam menghadapi wabah virus covid 19, masyarakat agar selalu menjara jarak dalam beraktifitas, dan jangan lupa pakai masker kalau keluar rumah. Jika tiba di rumah segera cuci tangan pakai sabun.

” Bersyukur ditengah wabah ini pemerintah masih peduli dengan masyarakat, semoga wabah ini cepat berakhir,” pungkasnya. (ris/slm)