Pemkab Bireuen Dinilai Lamban Tangani Banjir

Rakyat Aceh

BIREUEN (RA) – Kinerja pemerintah kabupaten Bireuen dalam menangani banjir mendapat sorotan dari masyarakat dan aktivis setempat. Salah satunya dari seorang aktivis bernama Iskandar alias Tuih Alkhair.

“Kami meminta kepada pemerintah eksekutif di lingkungan Kabupaten Bireuen agar disaat terjadi banjir jangan cuma memberikan bantuan masa panik saja, tapi harus ada langkah-langkah yang kongkrit untuk menanggulanginya, agar banjir tidak terulang,” ujar Tuih Alkhair, kepada Rakyat Aceh, Rabu (13/5).

Dirinya menilai Pemkab Bireuen lamban dalam proses penanganan dan penyaluran bantuan bagi korban banjir, serta belum jelasnya tahapan rekonstruksi berbagai sarana infrastruktur, yang rusak akibat dampak musibah itu.

Dirinya menyarankan agar Pemkab Bireuen harus segera mengambil tindakan cepat untuk menangani persoalan banjir yang melanda beberapa wilayah di Bireuen, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat umum.

Disebutkan, banyak daerah di Bireuen sedang di landa banjir, diantaranya yang paling parah yaitu Desa Blang Seupeng. Saluran gorong-gorong di desa tersebut terlalu sempit sehingga sering kali meluapnya air kedesa dan mudah terjadinya banjir.

“Pemerintah Bireuen harus segera mengambil tindakan cepat dengan menurunkan anggaran ke berbagai desa yang dilanda banjir. Khusus Desa Blang Seupeng untuk saat ini, mereka membutuhkan perluasan gorong-gorong sehingga disaat hujan turun, tidak mudah terjadinya banjir,” ujar Tuih.

Pemerintah saat ini, tegas Tuih, jangan terlalu lalai dengan penanggulangan virus corona (covid-19), sedangkan untuk tindakan cepat terhadap penanggulangan banjir tidak direspon dengan cepat.

Lebih lanjut dirinya juga berharap kepada pemerintah agar apa yang disampaikan ini bisa di respon dengan cepat oleh Pemerintah Bireuen, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat.

Tinjau Banjir
Sebelumnya, Plt Bupati Bireuen Muzakkar A Gani bersama unsur Forkopimda Bireuen meninjau lokasi banjir di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Minggu (10/5).

Saat tiba di lokasi, Plt Bupati langsung meninjau kondisi banjir yang merendam Masjid Al-Ikhlas, kantor pertanian, pustu, kantor UPK, TK Cut Nyak Asiah, dan sejumlah rumah warga di dekat bantaran Krueng Leubu.

Selanjutnya rombongan Pemkab Bireuen melanjutkan perjalanan untuk meninjau kondisi jembatan Payambang di Desa Leubu Mesjid yang berada dalam kondisi miring akibat tiang penyangga digerus banjir Krueng Leubu.

Saat ini kontruksi jembatan dalam kondisi lantainya patah pada bagian tiang penyangga sekitar 50 cm lebih, sehingga dikhawatir jika terus di hantam banjir akan membuat jembatan ambruk.

Untuk mengantisipasi hal itu, Muzakkar A.Gani menyarankan kepada dinas terkait untuk diprioritaskan perbaikan pada anggaran tahun 2021.

“Tolong jembatan ini diperbaiki dengan diprioritaskan pada anggaran tahun 2021,” ujar Muzakkar.

Setelah sejenak berada di jembatan tersebut, rombongan beranjak menuju ke depan Dayah Sirajul Mudi Al-Aziziyah Desa Tringgadeng untuk melihat jalan Leubu Ulee Gle sepanjang 10 meter yang ambruk diterjang banjir.

Kemudian rombongan dari Pemkab Bireuen tersebut, berangkat ke Blang Dalam untuk menjenguk keluarga Almarhumah Nazifa Zahwa (3) yang tenggelam akibat banjir beberapa hari yang lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati menyerahkan sedikit sumbangan dana, sirup, telur dan beras kepada keluarga korban. (mag84/slm)