Penanganan Covid-19 Ramung Intitute Tuding Pemkab Tidak Serius

Rakyat Aceh

REDELONG (RA) – LSM Ramung Institute menuding Pemkab Bener Meriah tidak serius dan bersikap setengah hati dalam menangani Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Waladan Yoga, kepada Rakyat Aceh, Rabu (13/5).

Sebutnya, sejak ditemukannya kasus positif covid-19 di Bener Meriah, pusat keramaian di Kecamatan Permata masih tetap digelar, padahal satu pasien positif berasal dari kecamatan tersebut.

Ia menambahkan, Pemkab Bener Meriah juga lambat dalam melakukan pemetaan kasus covid-19 di Bener Meriah serta adanya data yang terkesan bohong terkait uji swab/pcr terhadap santri dan orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien covid-19.

Ia menjelaskan, terkait adanya kejanggalan data dan informasi bohong seperti diberitakan sebelumnya terdapat 45 orang yang harus dialakukan uji swab/pcr namun hanya 15 orang yang hadir dan keluar hasilnya.

Ia juga mempertanyakan, pemeriksaan swab yang hanya di hadiri oleh 5 orang pada Selasa (12/5) yang terdiri dari 1 orang santri Alfalah Temboro. “Sisanya kemana kita tidak tau?” tanyanya.

Harusnya Pemkab Bener Meriah dapat menyajikan data apa adanya saja, tidak perlu dilebihkan jika tujuannya hanya utnuk menenangkan publik di Bener Meriah.

“Sampai hari ini, terjawab, tidak dilakukan uji swab/pcr terhadap 45 orang Bener Meriah seperti yang digembar gemborkan Pemkab Bener Meriah, kita sangat sayangkan uji terhadap warga Bener Meriah dilakukan secara parsial,” katanya.

Menyikapi permasalahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Iswahyudi menyampaikan, sebelumnya sudah menampung semua warga yang mengaku pernah kotak dengan pasian positif, BN (23).

Jumlah keseluruhan katanya sebanyak 45 org termasuk keluarga dan warga Kampung Pemango. “Sebelum melakukan swab, petugas kembali melakukan intervieu atau wawancara terhadap 45 orang tersebut dan hasil wawancara ternyata tidak semuanya pernah kontak langsung melainkan hanya sekedar jumpa dan berbicara dari kejauhan,” ungkapnya.

Sehingga hanya 29 orang warga yang seharusnya dilakukan pemeriksaan uji swab dan untuk pemeriksaan pertama dihadiri oleh 15 orang warga dan untuk 14 orang sisanya sudah dijadwalkan untuk pemeriksaan kedua, namun hanya dihadiri oleh 5 orang.

Menurutnya, petugas telah memberitahukan kepada 14 orang tersebut, namun mereka tidak hadir dan untuk saat ini hanya 9 orang yang belum dilakukan pemeriksaan. “Kita juga sudah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya.

Wakil Ketua Publikasi Tim Gugus Tugas Covid-19, Wahidi menegaskan, tidak ada informasi dan data yang tidak disampiakan kepada Publik. “Semua bisa dilihat dan dibaca dari media baik online, cetak atau pun elektronik.”

Menurutnya, tim telah bekerja secara maksimal, saling bahu membahu. “Kalau ada yang kurang mari kita perbaiki secara bersama-sama dan kami berharap, jangan kesalahan yang belum tentu kebenarannya dijadikan sebagai alasan untuk menghakimi tim,” ungkapnya.

“Lihatlah dari jarak dekat apa yang dilakukan oleh tim siang dan malam, jangan lihat dari jarak jauh apalagi hanya mendengar dari sumber yang tidak jelas agar tidak terjadi salah faham,” tegas wahidi. (uri/bai)