TPA Cot Padang Lila Mulai Penuh

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie, Safrizal SSTP Mec Dev

SIGLI (RA) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie, Safrizal S.STP Mec Dev menyebutkan, kondisi lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Cot Padang Lila, Kecamatan Padang Tijie, memasuki masa kritis akibat semua lubang penimbunan sudah penuh dengan sampah.


Kondisi memprihatinkan itu, dinyatakan Kadis Safrizal saat menjawab Rakyat Aceh, Rabu (13/5) di ruang kerjanya menyikapi pernyataan badan pekerja sampah belum lama ini, bahkan disebutkan tumpukan sampah tersebut bisa longsor bila dipaksakan di musim penghujan sekarang ini.

Menurut Safrizal, pihaknya sudah lama menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Bappeda Pidie, agar ada penambahan lahan di lokasi TPA sekarang ini, karena semua lubang sampah sudah tertimbun.

Safrizal menambahkan, masalah tersebut juga pernah disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. agar bisa memberikan inovasi baru memyangkut penanganan sampah. Selain itu, upaya perluasan lahan TPA.

“Kita sudah menyampaikan sekecil apapun tentang penanganan sampah di Kabupaten Pidie, serta upaya yang harus ditempuh oleh daerah,” sebut Safrizal.

Lebih lanjut, kata Safrizal, Bupati Abusyiek atasannya pernah beberapa kali meninjau lokasi TPA Cot Padang Lila, serta menanyakan perkembangan dan produksi sampah warga.
“Pak bupati, sudah pernah beberapa kali mengunjungi lokasi TPA Cot Padang Lila.

Jeladnya, kita tidak berbicara berlebihan dengan kondisi lahan TPA sekarang ini, dimana paling bertahan akhir tahun ini,” papar Safrizal.

Ia juga menyebutkan, TPA yang terletak di kaki perbukitan Gunung Seulawah Inong itu, juga termasuk kawasan yang rawan longsor, terlebih di musim penghujan sekarang ini.
Disinggung, apakah sampah produksi warga disejumlah kecamatan tersebut dapat diolah aluad tidak ditimbun secara besar besaran lagi, seperti sekarang ini.

Dalam hal.ini, Safrizal.menyebutkan cukup banyak caranya asal ada uang untuk membeli.mesinnya, atau tidak banyak sekitat Rp 3 milyar hingga Rp4 miliar saja.

Dimana, sampah bisa didaur ulang lagi serta bisa dijadikan pupuk. “Saya optimis, persoalan mulai sempit lahan TPA Cot Padang Lila, akan teratasi di Tahun Anggaran 2021 mendatang,” pungkasnya. (mag85/slm)