TAKENGON (RA) – Seperti biasa Rabu malam (14/5), sekira pukul 21.15 wib, Bupati Shabela Abubakar masih menerima beberapa tamu, baik kalangan dinas serta masyarakat umum, diruangan tengah pendopo bupati setempat.

Tiba-tiba dari pintu depan pendopo, terdengar suara Wakil Bupati Firdaus SKM dengan nada tinggi mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas yang tujukan ke Shabela Abubakar. Shabela terkejut kedatangan Firdaus dengan amarah yang sangat tinggi.

“Tiba-tiba dari arah depan Firdaus datang. Dan dari luar sudah mengeluarkan kalimat tidak pantas terhadap saya. Saya terkejut dengan amarah dia itu,” jelas Shabela.

Shabela juga sempat bersiap akan melakukan pembelaan diri, dengan sikap Firdaus yang datang dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Saat itu menurut Shabela, dirinya malam itu dengan beberapa dinas tengah membahas bagaimana penanganan bencana yang terjadi di Kampung Paya Tumpi dan penanganan wabah covid-19 di Aceh Tengah.

Firdaus (Wakil Bupati-red) datang menanyakan masalah proyek yang ada di pemerintahan. “Saya tidak mengerti dengan pertanyaan Firdaus terkait dengan proyek, karena bukan itu yang dibahas. Saya menyiapkan diri juga malam itu, bila ada tindakan yang tertuju ke saya,” ujar Shabela, (14/5) di pendopo bupati.

Menurut Shabela kedatangan Firdaus dengan beberapa orang lainya, selain mengancam juga berupaya untuk melakukan kekerasan terhadap dirinya.

“Firdaus datang malam itu tidak sendiri tapi dengan beberapa orang. Mereka memancing saya untuk keluar dari pendopo dan mengancam akan membunuh, tapi saya bertahan didalam karena itu tempat tinggal resmi saya sebagai bupati,” kata Shabela lagi.

Bupati Shabela berencana akan melaporkan rencana kekerasan yang dilakukan oleh Firdaus malam itu terhadap dirinya. “Malam itu mereka sudah berencana akan melukai saya dan keluarga.

Kadatangan mereka ke kediaman saya sunguh membuat keluarga besar resah. Ini tidak bisa dibiarkan,” lanjut Shabela Abubakar sambil mengatakan akan melaporkan esok hari (Hari ini-red) ke polres Aceh Tengah.

Wakil Bupati Firdaus, SKM saat diminta konfirmasi terkait dengan dugaan ancaman pembunuhan terhadap Shabela Abubakar, tidak mengangat telepon. (jur)