TAKENGON (RA) –  Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bersama istri Syah Erti Idawati, santap sahur bersama masyarakat Desa Paya Tumpi terdampak banjir bandang, yang saat ini mengungsi di Sekolah Dasar Negeri 13 Kebayakan. Saat ini, ada 15 Kepala Keluarga atau sebanyak 83 jiwa masyarakat Desa Paya Tumpi terdampak bandang yang mengungsi di SD Negeri 13, Sabtu (16/5/2020).

Usai melakukan perjalanan darat selama 16 jam dari Banda Aceh, Plt Gubernur dan Istri tiba di Posko Pengungsuan Desa Paya Tumpi pada pukul 03.30 Wib. Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, Bupati Aceh Tengah Sabela Abubakar dan sejumlah pejabat lainnya. Di Posko juga terlihat hadir Waakil Ketua DPR A Hendra Budian dan Anggota DPRA Alaidin Abu Abbas.

Tiba di lokasi, Plt Gubernur dan Istri langsung berbaur dengan para pengungsi, menyempatkan diri melihat-lihat fasilitas posko dan menyantap hidangan sahur. Menu yang telah dipersiapkan oleh tim dapur posko pagi ini adalah kari bebek, ikan depik goreng, ikan bandeng goreng, gulai Aceh ikan tongkol dan kerupuk emping.

“Mari kita santap sahur dulu, sebelum imsak,” ujar Plt Gubernur singkat. Seluruh pengungsi serta para petugas Tagana dan aparat kepolisian langsung larut dan mengantri secara teratur untuk mengambil menu dan santap sahur bersama.

Usai santap sahur, Plt Gubernur yeelibat dalam dialog dan diskusi santai ditemani minuman kesukaannya, sanger arabica. Nova mendengarkan penjelasan tentang penanganan pengungsi dan sejumlah sejumlah agenda dan lokasi yang akan dituju besok pagi.

Saat sang suami mendengarkan pemaparan penanganan korban banjir bandang dari Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, Dyah Erti memilih menyambangi kaum ibu yang sedang santap sahur, pada salah satu ruang kelas SD Negeri 13 Kebayakan yang disulap jadi tempat beristirahat.

Didampingi, Ketua TP PKK Aceh Tengah, Dyah Erti berbagi buah tangan, Adee Kak Nah, penganan khas Pidie Jaya.

“Mari dicicipi bu, mumpung belum imsak,” sapa Dyah ramah.

Dyah berbincang singkat, menanyakan kondisi kesehatan dan rumah-rumah yang sebahagian rusak parah bahkan hanyut diterjang bandang pada Rabu (13/5) lalu, setelah beberapa jam hujan deras melanda Aceh Tengah.

Di desa Paya Tumpi Baru, 3 rumah hanyut tak berbekas diterjang bandang, puluhan rumah lainnya rusak berat dan rusak ringan dihantap material lumpur, batu dan kayu. Sebahagian rumah yang lain hingga saat ini masih terendam sisa material lumpur.

“Kami belum bisa pulang ke rumah bu, karena akses ke rumah kami masih tertimbun lumpur, batu dan kayu-kayu besar,” ujar salah seorang pengungsi kepada Dyah Erti.

Warga juga menjelaskan, bahwa banjir bandang ini merupakan yang pertama teejadi dinkawasan tersebut. “Ini baru kejadian pertama bu, sebelumnya hanya banjir biasa, kalau bandang baru kali ini,” timpal ibu lainnya.

Saat Adzan Subuh berkumandang, Plt dan rombongan langsung bergerak ke Meuligoe Bupati Aceh Tengah untuk shalat dan beristirahat sejenak, karena tepat pukul 10.00 Wib, sejumlah agenda kerja telah menanti. (ra)