Kunjungan Pertama Nova ke Pulo Aceh Kita Bagi – Bagi Tugas

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meninjau rumah korban puting beliung di Lamteng, Pulo Aceh, Jumat pekan lalu. (Imran joni/rakyat aceh)

ACEH BESAR (RA) – Perjalanan singkat dilakukan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ke Lamteng, Pulo Aceh, Aceh Besar, Jumat (15/5). Kunjungan pertama kali itu memberikan material rumah warga korban puting beliung, pekan lalu.

Dengan menggunakan kapal feri Papuyu, dari pelabuhan Uleelheu Banda Aceh ke tujuan butuh waktu dua jam untuk sampai ke wilayah itu dengan waktu normal. Namun jika cuaca kurang bersahabat kapal tak berlayar atau balik kembali karena arus kencang.

Rombongan bertolak dari puku 07.00 WIB kapal fery ASDP ini yang dinakhodai sang kapten Saiful Akmal. Didampingi sejumlah Kepala SKPA seperti Kadis Sosial, Alhudri, Kepala Kesbangpolinmas, Mahdi, Kadishub, Junaidi, Karo Humas Protokoler Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Amal Hasan dari Bank Aceh Syariah, Semen Bangun Andalas, dan mewakili Pertagas Aceh dan anggota DPRA Fraksi Demokrat HT ibrahim.

Suasana pagi itu sangat cerah, saat berada di kapal, Nova pun langsung naik ke lantai tiga paling atas sehingga nampak lepas pemandangan laut samudera hindia dan pegunungan Kota Sabang.

Nova pun bersandar pada sebuah besi dan ia ditemani Kadis Sosial Alhudri dan kepala dinas perhubungan Junaidi para mitra kerja pemerintah Aceh serta awàk media dan biro humas pemprov Aceh.

Setelah setengah jam perjalanan awak media pun mulai mewawancarai Nova pertama kehadirannya ke Pulo Aceh untuk memberikan bantuan korban puting beliung di daerah itu. ‘Saya ke Pulo Aceh, Pak Kapolda ke Aceh Tengah bantu korban banjir bandang, ujar Nova.

Forkompimda bagi-bagi tugas, itulah penjelasan Nova. Dan ia selesai ini, malamnya berangkat lagi ke Aceh Tengah. Kita (forkopimda) harus bagilah, sehingga tidak bertumpu satu orang saja.

Nova mengatakan ia baru pertama kali ke Pulo Aceh selama sudah dua tahun lebih kepemimpinannya. Pulo Aceh ini masuk dalam wilayah Aceh Besar.

Ada beberapa pulau dikawasan itu yang dihuni total sekitar 5000 jiwa namun mereka berpencar ada di Lamteng, Lampuyang, Serapong, Pulo Breuh (nasi) paling ujung kawasan pulau tersebut.

Memang kata Nova sangat dirasakan pulau Aceh sangat tertinggal dan miskin. Betapa tidak karena berada di pegunungan dan dibelah laut dari daratan Banda Aceh sehingga sulit berkembang dan maju dengan mata pencarian berkebun dan nelayan.

Bahkan dulunya kawasan ini banyak ditanami barang haram (ganja) karena untuk pengawasan sangat kurang. Bahkan aparatur hukum hanya ada perwira penghubung (pabung) unsur TNI dan Polsek dengan beberapa personil saja..Kini tanaman ganja itu semakin berkurang seiring bahaya dan masyarakatnya tidak ingin resiko hukum.

Ya, hari ini kita mengantar dan menyerahkan bantuan kepada suadara-saudara kita di Pulo Aceh. Beberapa hari lalu, ada musibah badai di sana, ada beberapa KK yang menjadi korban, rumah mereka rusak,” kata Nova dalam perjalanan ke Pulau Nasi kemarin
Camat Pulo Aceh Yusra menyebutkan korban angin puting beliung, sebanyak 25 kepala keluarga dindesa Lamteng, Pulo Aceh total jumlah penduduk 5000 jiwa dan khusus Lamteng sekitar 160 KK.

‘Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ke Pulo Aceh’, ujar Camat. (imj)