Nova Tinjau Banjir di Aceh Tamiang

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meninjau lokasi banjir di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang sekaligus menyerahkan langsung bantuan, Selasa (19/5). (HUMAS PEMERINTAH ACEH)

ACEH TAMIANG (RA) – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pimpin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh meninjau lokasi banjir di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/5).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Plt Gubernur Nova Iriansyah menyerahkan langsung bantuan pemerintah Aceh kepada masyarakat terdampak banjir.

“Kami mengharapkan sedikit bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat kita yang ada di sini. Insya Allah usai covid ini kita akan benahi tanggul sungai Tamiang ini,” kata Nova Iriansyah.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil, dalam laporannya kepada Forkopimda Aceh, mengatakan hujan lebat di hulu sungai Tamiang telah membuat beberapa desa di Kecamatan Bendahara dilanda banjir kiriman.

“Banjir kiriman ini hampir setiap tahun terjadi,” kata Mursil. Banjir yang terjadi hampir saban tahun, kata dia telah membuat tanggul sungai tergerus dan sungai juga mendangkal. Akibatnya luapan sungai membanjiri desa.

Di antara desa yang tergenang banjir adalah Teluk Kemiri, Teluk Kepayang, Teluk Halban Dan Teluk Pakam. Semua desa itu berada di pemukiman Bendahara Hilir kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami sangat memohon pak gubernur agar pembangunan tanggul bisa dilakukan sehingga banjir kiriman ini tidak terjadi setiap tahun di desa kami,” kata Mat Lazim, Kepala Mukim Bendahara Hilir.

Menanggapi hal itu, Plt Gubernur menyebutkan akan menindaklanjutinya. Namun demikian, Nova berharap masyarakat bersabar minimal sampai wabah COVID-19 selesai.

Ia menginstruksikan Bupati Mursil untuk menampung semua aspirasi masyarakat tersebut.
Juliani, salah seorang warga Teluk Halban, mengatakan banjir terjadi pada Minggu dua hari lalu. Saat itu, kata dia air mulai melewati tanggul pembatas sungai pada sore hari.

Jelang sahur, kata dia air semakin kencang dan mencapai sekitar satu meter. Beruntung rumah dia berkonstruksi panggung, sehingga dia tidak perlu mengungsi.

“Sebagian besar rumah di Kemukiman Bendahara Hilir adalah rumah panggung. Jadi hanya sebagian yang mengungsi, mereka pindah sementara ke rumah saudara,” kata Juliani.

Hingga Selasa pagi, air dilaporkan sudah surut. Hanya di beberapa lokasi yang rendah, genangan air terlihat masih sedikit tinggi. Masyarakat juga terlihat berangsur-angsur membersihkan sisa banjir dari halaman rumah. (ril/min)