TAPAKTUAN (RA) – Puluhan warga Gampong Pasie Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, memblokir jalan nasional lintasan Tapaktuan – Medan, Rabu (20/5/2020).

Pasalnya,aksi pelepasan kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dan dinas terkait karena persoalan abrasi pantai yang kian mengancam pemukiman penduduk.

Bahkan, dalam setahun terakhir puluhan meter tanah masyarakat telah di kikis abrasi pantai lautan samudera hindia itu. Ironisnya, rumah – rumah penduduk sudah mendekati bibir pantai.

arang warga Gampong Pasie Seubadeh, Nazmin kepada wartawan mengatakan, hari ini warga terdampak abrasi pantai terpaksa memblokir jalan lintas nasional Tapaktuan – Medan.

“Aksi pemblokiran jalan ini kita lakukan akibat pembiaran penangganan tanggul penahan abrasi pantai yang belum mendapat perhatian dari Pemkab Aceh Selatan,” katanya.

Camat Bakongan Timur TM. Nasrijar mengatakan, penutupan jalan nasional berlangsung 1 jam. Warga menuntut Plt. Bupati Aceh Selatan atau dinas terkait turun langsung memantau ke lokasi abrasi

“Saat ini setelah kita berkoordinasi dengan unsur Muspika Bakongan Timur, maka jalan kembali dibuka dan lalu lintas kembali lancar seperti biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dihari yang sama, turun langsung meninjau abrasi pantai yang mengancam pemukiman penduduk di Gampong Pasie Seubadeh.

Plt. Bupati Tgk. Amran menyatakan, sebelumya ia sudah perintahkan dinas PUPR Aceh Selatan untuk mengukur titik koordinat, lokasi dan membuat gambar penagangan abrasi pantai Seubadeh, dan Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

“Dokumen dan data pendukung pengajuan penangangan di dua titik abrasi itu sudah saya serahkan sendiri kepada ke Pemeritah Provinsi Aceh,” ucapnya

Tetapi, sambungnya, pasca Covid-19 yang mewabah secara global, maka seluruh anggaran hari ini dipangkas untuk penanganan Covid-19 tersebut. Sehingga Pemkab Aceh Selatan telah tidak ada kewenangan lagi merealisasikan kegiatan proyek fisik dengan sumber anggaran yang besar.

“Untuk mengatasi persoalan abrasi pantai ini, kami akan menjumpai kembali Plt. Gubernur Aceh. Meminta persoalan ini dapat ditangani segera oleh Pemerintah Aceh melalui sumber APBA,” ungkapnya(Yat).