Calang (RA) – Tenaga Teknis merupakan bentukan Dinas PUPR Aceh Jaya melakukan analisis struktur bangunan yang sebelum sempat di ditemukan adanya kurangnya kerapian terkait turunnya anggota DPRK Aceh Jaya beberapa waktu lalu yang telah menghabiskan anggaran senilai Rp. 14 Milyar lebih merupakan Masjid agung Baitul Izzah Aceh Jaya, Rabu (27/5).

Sebagaimana, Dikatakan Sekdis PUPR Aceh Jaya Heri Etika selaku ketua tim Analisa Teknis Pembangunan Masjid Agung Baitul Izzah yang telah dikerjakan rekanan tahun 2019 merupakan bentukan Kadis PUPR Aceh Jaya tahun anggaran 2019, kepada Rakyat Aceh, bahwa metode yang digunakan dalam menganalisa hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan tersebut adalah dengan cara melakukan tes mutu beton terhadap tiang, balok lantai dengan cara menggunakan alat hummer test.

Selian itu, meliputi Tiang-tiang yang akan diuji tersebut dipilih secara acak yang pengecoran nya dilaksanakan dalam satu hari yang sama yaitu 5 sampai dengan 7 tiang, demikian juga untuk tiang-tiang yang pengecoran nya dilakukan pada hari yang sama diwaktu berbeda juga diambil sample dengan jumlah yang sama.

Hal tersebut, dapat dipastikan bahwa formula campuran beton yang digunakan adalah sama. Proses uji tekanan yang dilakukan terhadap tiap tiang tersebut dilakukan pada tumpuan bawah, tengah dan tumpuan atas tiang dan setiap tumpuan diambil sembilan titik tekan hummer test dalam area 20 x 20 cm, kesemua hasil test tersebut dicatat secara teliti, Pungkas Heri

Dirinya menambahkan, dengan sekian banyak hasil test tersebut rata-rata kuat tekan yang didapat adalah antara 380 sampai 410, hasil tersebut belum pasti menyatakan bahwa mutu beton yang didapat adalah antara mutu K380 atau mutu K410 karena ada faktor kehilangan yang harus dihitung, tapi hampir dapat dipastikan bahwa jika yang diminta adalah mutu beton K250 maka hal tersebut dapat terpenuhi.

Walaupun demikian berdasarkan data yang telah ada akan dipelajari lebih lanjut. Terkait dengan hasil struktur yg telah dikerjakan baik secara teknis maupun non teknis, sesuai ataupun tidak sesuai dengan perhitungan struktur ataupun desain perencanaan maka kami butuh waktu untuk mendalami hal tersebut, Katanya

Selain akan adanya , pihak DPRK Aceh Jaya akan menghadirkan tim Teknis dari Unsyiah tentu sangat berguna karena mereka memiliki tenaga ahli yang berpengalaman dan profesional serta independen dan didukung dengan peralatan yang memadai sehingga nantinya tim tersebut dapat mengeluarkan rekomendasi atau hasil analisa yang lebih kredibel dan dapat dipercaya oleh semua pihak. Tutup Heri (say)