Bupati Bener Meriah, Sarkawi, menerima surat dukungan dari Forum Reje Kampung Kecamatan Gajah Putih, Rabu (27/5). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Bupati Kabupaten Bener Meriah, Sarkawi, menegaskan akan segara mengurus izin cuti untuk berobat dan berkonsultasi lebih mendalam dengan pihak medis dan hasil rekomendasi pihak medis tersebut akan menjadi pertimbangan apakah mengundurkan diri atau tidak.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bener Meriah Sarkawi melalui Kepala Dinas Komimpo Kabupaten Bener Meriah, Riswandika dan Kabag Humas Setdakab, Wahidi kepada sejumlah media di Pendopo I Kampung Belang Sentang, Kecamatan Bukit, Kamis (28/5).

Sebutnya, setelah mendapat nasehat-nahsehat, pertimbangan dan dukungan dari banyak pihak termasuk tokoh ulama tokoh masyarakat, tokoh pendiri kabupaten Bener Meriah, pimpinan daerah, pimpinan dan anggota DPR RI, pimpinan pesantren para tokoh adat, reje kampung, mukim bahkan sebagaian besar masyarakat Bener Meriah yang berharap untuk tetap memimpin pemerintahan di Bener Meriah, dirinya (Sarkawi) memutuskan untuk mengambil cuti dan segera berobat.

“Sebab, jika sakit maka iktiarnya adalah berobat,” ungkap Kabag Humas didampingi oleh Kadis Komimfo Bener Meriah, meniru kata bupati dalam surat pernyataan sikap bupati.

Bupati juga menyampaikan terut menerima nasehat dan suport dari Plt Gubernur Aceh atas statemen yang disampaikan pada tanggal 24 mei 2020 yang menyarankan agar dapat ber ikhtiar untuk berobat terlebih dahulu.

Untuk tugas pelaksanaan pemerintahan Plt Gubernur juga menyampaikan dapat didelegasikan kepada Sekda dan dibantu oleh SKPK Bener Meriah atau SKPK yang dapat melaporkan secara priodik sehingga beban kerja yang di emban bisa lebih ringan dan bupati dapat fokus berobat untuk sementara waktu.

Dalam surat peryataan tersebut Bupati Bener Meriah juga mengaku telah menerima kehadiran forkompinda dan forkopimda plus Kabupaten Bener Meriah yang memberikan bebarapa masukan suport agar mempertimbankan kembali wacana pengunduran diri sebagai Bupati Bener Meriah.

Tidak hanya itu Wahidi menyebutkan, atas pertimbangan dari Mendagri Dirjen Otonomi Daerah dan Plt Gubernur Aceh tadi melalui via celuler bupati juga akan mengambil cuti untuk berobat dan berkonsultasi lebih dalam untuk izin untuk berobat serta berkonsultasui lebih dalam dengan tim medis menyangkut penyakit yang diderita.

Sehingga katanya, rekomendasi tersebut juga akan menjadi pedomannya apakah akan melanjutkan kepemimpinan atau harus beristirahat secara spesifik sebagai laporan kembali kepada Mendagri dan Plt Gubernur Aceh.

Sementara itu Kadis Kominfo Bener Meriah, Riswandika menambahkan, hari ini (kemarin) juga Bupati Bener Meriah akan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSU Muyang Kute sehingga hasilnya akan menjadi dasar untuk izin berobat.

“Kita akan melengkapi dasar-dasarnya dan salah satunya dalah rekam medik yang nantinya disampaikan oleh Direktur RSU Muyang Kute Bener Meriah beserta timnya agan menjadi dasar untuk berobat,” ungkapnya.

Sebelumnya kata Riswandika, Bupati Bener Meriah secara pribadi juga sudah berihtiar berobat baik di Medan, Jakarta, Penang dan Kuala Lumpur. ”Mengingat kondisi covid-19 untuk saat ini Bupati Bener Meriah akan menjalani perobatan dalam negeri dahulu,” tegasnya.

Sebutnya, untuk izin berobat keluar negeri saat ini juga masih. “Kita juga berharap, izin dari bapak Plt Gebernur dapat kita gunakan sebagai reperensi pengobatan di dalam negeri,” ujarnya. (uri/bai)