Ada Upaya untuk Mengulingkan Saya

Riduansyah, Reje Kampung Kute Kering.

Reje Kampung Kute Kering Laporkan Perusakkan ke Polisi

REDELONG (RA)- Reje Kampung Kute Kering, Riduan menegaskan, masyarakat yang datang ke kantor reje kampung dan melakukan perusakan terhadap fasilitas negara di tunggangi oleh beberapa oknum yang mencoba untuk mengulingkannya dan semua aparatur desa tersebut.

Hal tersebut disampikanya kepada Rakyat Aceh, Selasa (2/6). Menurutnya, puluhan warganya yang mendatangi Ke Kantor Reje Kampung hanya sebahagian kecil masyarkat Kute Kering yang diduga dihasut oleh beberapa oknum yang mencoba untuk menggulingkanya sehingga semua kebijakan yang dibuat di desa itu menurutnya tidak pernah benar.

Ia menamabahkan, program ketahanan pangan serta BLT bukan menjadi pemicu utama masyarakat datang ke kampung melainkan adanya misi tertentu untuk mengulingkanya.
”Jika hanya terkait program ketahan pangan saja, saya pikir sudah sangat jelas dan bapak camat sudah memberikan penjelasan serta kita saat ini masih menunggu juknis penyalurannya,” tegasnya.

Disebutkanya, selain melakukan perusakan terhadap kantor Reje Kampung beberapa masyarakat yang diduga ditunggangi tersebut juga tidak memiliki etika berbicara sehingga mengeluarkan kata-kata makian terhadap dirinya selaku reje.

Riduan juga menyebutkan, ketika aparatur kampung mencoba untuk melarang beberapa masyarakat tersebut agar tidak melakukan perusakan sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dengan menamparnya dihadapan orang banyak.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan menempuh jalur hukum agar permasalahan serupa kedepannya tidak terulang kembali. “Saat ini kami selaku pemerintahan kampung akan berkoordinasi dengan pihak muspika untuk tindakan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia menjelaskan, permasalahan tersebut jika dibiarkan berlarut-larut maka akan menimbulkan konflik sosial yang di khawatirkan dapat menimbulkan pertikaian di tengah masyarakat khususnya Kampung Kute Kering dan umumnya seluruh kampung di Bener Meriah.

“Untuk itu saya sebagai pemerintah desa meminta adanya perlindungan hukum kepada aparatur agar hal ini tidak terjadi lagi didesa-desa lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan usai melakukan demontrasi, beberapa oknum masyarakat ini juga melakukan rapat gelap yang misinya untuk menurunkan semua aparatur desa.

“Kami tidak ingin masyarakat kampung di politisasi sehingga kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut oknum-oknum yang mencoba membuat kegaduhan ini,” harapnya.

Reje Kampung Kute Kering juga mengaku tersulut emosi ketika sejumlah warga yang datang untuk meminta penjelasan tidak memberikan kesempatan untuk berbicara menjelaskan apa yang ditanya.

“Ibu-ibu yang menanyakan juga tidak tau dana apa yang ditanyakan apakah BLT atau ketahanpangan yang jelas mereka terlihat emosi dan sulit diajak komunikasi sehingga saya mengetuk meja dan meminta mereka mendengarkan penjelasan saya,” ungkapanya. (uri/bai)