Kebakaran Hanguskan 20 Rumah di Aceh Tenggara

Warga Desa Kampung Karo, Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara bersama petugas pemadam berusaha memadamkan api yang menghanguskan belasan rumah, Selasa (2/6). (nouval paloh/rakyat aceh)

KUTACANE (RA) – Dua puluh unit umah kontruksi kayu, di Desa Kampung Karo, Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara ludes dilahap si jago merah sekitar Pukul 12.45 WIB, Selasa (2/6).

Tidak ada korban jiwa dalan musibah ini, namun kerugian ditimbulkan diperkirakan miliaran rupiah. Api baru bisa dipadamkan 3 jam kemudian, setelah 6 unit mobil pemadam kebakaran dikerahhkan, dibantu TNI / Polri serta masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi, melalui Kepala Pos Damkar Lawe Sigala, Amirin, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara akibat arus pendek listrik di salah satu rumah warga.

“Rumah terbakar 20 Unit, terdiri dari 16 unit terbakar total sementara 4 lainya hanya bagian dapur,” Kata Amirin Kepada Rakyat Aceh.

Dikatakan, musibah terjadi pada siang hari itu, dengan seketika melahap rumah – rumah yang tinggal di pemukiman padat penduduk tersebut yang rata- rata berkontruksi Kayu.
“Semua armada kebakaran kita kerahkan, dan api baru bisa dipadamkan setelah tiga jam kemudia, yakni pada pukul 15.00 WiB,” jelasnya lagi.

Adapun untuk jumlah kepala keluarga maupun jiwa berimbas akibat peristiwa ini, pihaknya belum melakukan pendataan. Hal itu disebabkan para petugas damkar masih memfokuskan diri untuk penanganan agar api tidak menjalar kerumah lain.

Begitu juga pendirian untuk tenda atau posko untuk korban, hingga kini belum didirakan.
Sementara Budiaman, salah satu warga sekitar musibah mengatakan, kebakaran diakibatkan salah satu warga lagi membakar sampah di belakang rumahnya.

Namun karena kelalaiannya api membesar dan menjalar kediding belakang rumah.
“Dipekirakan laporan sementara lebih kurang 16 rumah ludes habis tebakar dan 4 rumah lainya bagian dapur belakang yang terbakar, total kerugian belum dapat di taksir,” jelasnya.

Puluhan Jiwa Mengungsi
Kebakaran berdampak 19 kepala keluarga atau puluhan jiwa korban kebakaran terpaksa mengungsi.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo melalui Kapolsek Babul Makmur Ipda Petherson Simangunsong mengatakan, 16 unit rumah terbakar 3 unit lainya dirusak guna menghentikan penyebaran api.

“Keterangan Saksi mata M. Nasir (50) ketua mukim, pertama asap terlihat belakang rumah antara rumah sodara Marjuan Pasaribu dan rumah Fernando Rajagukguk,” jelasnya.

Melihat kumpulan asap tebal, saksipun memberi tahu kepada anak pemilik rumah, namun anak korban berdalih asap itu ditimbulkan sampah yang terbakar. Lantas tidak lama kemudian api semakin membesar hingga membakar 17 unit rumah dan 3 rumah di bongkar.

“Akibat kebakaran tersebut kerugian dialami lebih kurang Rp1,5 miliar,” katanya lagi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi aman dan terkendali, adapun lokasi kejadian sudah diberi garis polisi. Kasus ini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian Polres Aceh Tenggara. (val/min)

Nama rumah korban kebakaran dan dibongkar

1. M. Yusuf ( 70) Petani
2. Marjuan Pasaribu (58) pensiunan polisi.
3. Nurhadi (60) wiraswasta,
4. Fernando Rajagukguk (30) penyewa rumah Nurhadi.
5. Roman boru Sembiring (75) Tani.
6. Agus (60) pensiunan TNI AD
7. Malen boru Sembiring (75) Tani
8. Sapiah (80) wiraswasta.
9. Amiruddin (45) tani,
10. Dalan Mulih boru Ginting ( 80) Tani.
11. Yashica Tarigan (40) wiraswasta.
12. Bastian karo-karo (44) Tani.
13. Kawas Tarigan (55) Tani.
14. Pitriana (44) PNS.
15.Tani Tarigan (62) Wiraswasta
16. Aman Boru Tarigan (70) Petani.
17.Fajar sembiring (40) wiraswasta.
18. Ramadan Sebayang (40) Petani
19.Jeri Tarigan (35) Wiraswasta
20. Pardi Anto Pasaribu (45) Pegawai BUMN