Usai Lebaran, Ribuan Warga Padati Objek Wisata

Pasca Lebaran Idulfitri, warga yang rekreasi di pantai Pulau Pinang, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue. Senin (1/6). Ahmadi - Harian Rakyat.

SIMEULUE (RA) – Pasca lebaran idulfitri, sejumlah objek destinasi wisata alam pantai, teluk, air terjun dan pulau-pulau kecil dalam Kabupaten Simeulue, dipadati warga lokal untuk rekreasi.

Puncak kepadatan warga, terjadi dalam dua hari sejak Minggu (31/5) dan Senin (1/6), sekitar 6.000 orang untuk rekreasi pasca lebaran idulfitri disejumlah objek destinasi wisata yang ada dalam wilayah otoritas Kabupaten Simeulue.

Hal ini dijelaskan Abdul Karim, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa (2/6).

“Mulai terjadi warga yang rekreasi di sejumlah lokasi destinasi wisata kita itu, baik itu objek wisata pantai, pulau-pulau kecil dan air terjun. Tiga hari setelah lebaran dan puncak kepadatan kunjungan pada hari Minggu dan Senin. Ada sekitar 6.000 warga kita yang rekreasi,” kata Abdul Karim.

Masih menurut Abdul Karim, dengan ribuan warga yang rekreasi tersebut sehingga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan pelaku usaha sektor wisata yang ada disekitar objek destinasi wisata tersebut, yang memamfaatkannya untuk jualan.

Salah satu objek wisata alam yang menjadi tujuan rekreasi warga, yakni wahana perahu bebek yang dikelolah oleh warga, yang berada di kawasan Teluk dan Pantai Desa Sambay, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue atau sekitar 32 Kilometer dari Kota Sinabang.

Pengunjung rela antrian dengan waktu yang lama, untuk menyewa tiga unit fasilitas wahana perahu bebek yang dikelolah Bumdes Sambay itu, untuk satu kali dengan durasi satu jam dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 20.000 persatu perahu bebek dengan muatan 4 orang. Hal ini dijelaskan Fansiman, Kades Sambay Kecamatan Teluk Dalam, kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa (2/6).

“Wahana perahu bebek yang dikelolah Bumdes kita itu, Alhamdulillah banyak disewa pengunjung. Namun fasilitas kita itu masih kurang, baru ada tiga unit dan seharusnya perlu sekitar 10 unit lagi perahu bebek untuk kepentingan sektor pariwisata itu. Kita telah ajukan permohonan kepada Pemerintah supaya sarana pariwisata ini perlu dukungan dana,” kata Fansiman.

Meskipun ribuan warga yang rekreasi dan padati di sejumlah titik objek wisata alam yang tersedia disejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue. Dilaporkan tidak ada insiden kecelakaan yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia,” ungkap Adlin Buyung Nasution, Koordinator Pos (Korpos) SAR Simeulue, yang dihubungi Harian Rakyat Aceh, Selasa (2/6).

Tiga hari setelah lebaran kita telah siaga, setelah melihat konsentrasi warga yang rekreasi di sejumlah lokasi wisata alam dan hingga hari ini, belum ada laporan informasi potensi yang membahayakan keselamatan manusia. Alhamdulillah, aman tanpa insiden.

Sementara pihak instansi Penegak Qanun Syariat Islam Kabupaten Simeulue, juga melaporkan tidak ditemukan dan tidak ada informasi pelanggaran Qanun Syariat Islam, setelah ribuan warga yang ramai-ramai rekreasi di sejumlah titik objek wisata.

“Pasca lebaran, ribuan warga yang rekreasi dan berwisata hingga hari ini belum ada temuan dan laporan dari masyarakat, tentang adanya kasus pelanggaran Qanun Syariat Islam,” kata Dodi Juliar Bas, Sekretaris Dinas Pol PP WH Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh. (ahi/rus).