Harga Ikan Anjlok, Nelayan Desa Alue Mangki Tetap Melaut

BIREUEN (RA) – Para nelayan di Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen tetap melaut meskipun harga ikan tengah anjlok.

Aktivitas melaut hanya dihentikan pada hari Jumat atau saat gelombang laut tinggi.

Selain itu, hasil ikan tangkapan para nelayan merosot, karena kondisi gelombang laut. Bahkan beberapa nelayan pulang tanpa hasil tangkapan.

Anjloknya harga ikan belakangan ini karena krisis ekonomi yang dialami masyarakat di tengah masa pandemi covid-19. Sehingga ikan di pasaran kurang peminat.

Hal ini disampaikan seorang nelayan Desa Alue Mangki, Zulfitra kepada media Rakyat Aceh, Minggu (7/6).

Penurunan pendapatan para nelayan, sebut Zulfitra, sudah terjadi selama lebih kurang dua bulan terakhir, sejak pandemi melanda masyarakat.

“Dampak pandemi Covid-19 ini dirasakan lebih kurang 30 nelayan yang penghasilan sehari-hari tidak mencukupi, akibat harga ikan anjlok di pasaran. Belum lagi hasil tangkapan nelayan merosot belakangan ini,” ujar Fitra.

Sementara itu, Keuchik Desa Alue Mangki, Drs Muslim Sulaiman menyebutkan, mayoritas penghasilan warga desa setempat dari hasil melaut. Namun jika harga ikan di pasaran tidak stabil, dikhawatirkan penghasilan para nelayan tidak mencukupi untuk kebutuhan rumah.

“Kami meminta dinas dan lembaga terkait untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Dan semoga pandemi covid-19 segera berakhir demi mengatasi krisis ekonomi yang menimpa masyarakat saat ini,” kata Muslim.

Amatan media, para nelayan dan pedagang di permukiman itu, tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas, dan selalu mengikuti perkembangan terkini terkait virus corona di Provinsi Aceh. (Akhyar)