Komisi III Pertanyakan Aceh Utara Masuk Zona Merah Covid-19

ACEH UTARA (RA) – Penetapan Aceh Utara sebagai salah satu kabupaten yang masuk dalam zona merah Covid-19, sangat merugikan Aceh Utara secara ekonomis. Hal ini berpengaruh secara psikis terhadap masyarakat dan pelaku ekonomi di Aceh Utara.

“Kita sebagai wakil rakyat saban hari mendapat pertanyaan dari masyarakat apakah banyak korban Covid-19 yang meninggal di Aceh Utara, sehingga Aceh Utara masuk zona merah,”ungkap Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu.

Ia mengatakan, kondisi itu banyak para pedagang yang merasa was-was untuk membawa barang pertanian ke pasar. Ini tentunya berpengaruh terhadap daya jual dan daya beli masyarakat Aceh Utara. Padahal, selama ini banyak upaya yang telah di lakukan dengan swadaya masyarakat untuk pencegahan corona seperti melakukan penyemprotan ke sarana publik dan rumah masyarakat. Kemudian juga dengan pembatasan aktivitas masyarakat diluar rumah sebelum ramadhan dan tindakan ini untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di Aceh Utara.

Penetapan Aceh Utara sebagai zona merah bisa membuat masyarakat dalam kepanikan berkepanjangan, karena zona merah memiliki resiko yang paling tinggi dari segi jumlah kenaikan kasus positif Covid-19. Bahkan sebelumnya, pemerintah pusat melalui ketua gugus tugas nasional Doni Monardo mengapresiasi Provinsi Aceh, karena tingkat kesembuhan Covid 19 di Aceh tertinggi secara nasional.

“Makanya kita patut pertanyakan kriteria apa yang digunakan oleh tim gugus Covid-19 Provinsi Aceh sehingga Aceh Utara di tetapkan sebagai zona merah. Kita meminta tim gugus Covid-19 untuk transparan memaparkan data dan fakta otentik terhadap penabalan zona merah untuk Aceh Utara,

jangan hanya berdasarkan asumsi semata,”katanya.

Sebut dia, beberapa waktu yang lalu ada beberapa pasien PDP setelah dilakukan uji swap ternyata negatif, sebagaimana kasus almarhum EY (43 ) yang meninggal 26 Maret 2020 yang lalu.

Untuk itu, politisi Partai Aceh ini meminta kepada tim gugus Covid Provinsi untuk meninjau kembali status zona merah di Aceh Utara, karena status ini sudah memperlambat proses lajur perputaran ekonomi masyarakat.

Apabila hasil analisis menempatkan Aceh Utara dalam zona merah, maka sudah sepantasnya Pemerintah Aceh memberi perhatian lebih terhadap masyarakat yang masuk kedalam zona merah Covid. Yakni dengan memberikan bantuan sosial yang merata terhadap seluruh kepala keluarga yang ada di daerah yang masuk zona merah.

“Ya pemerintah juga harus melakukan disenfektan merata keseluruh wilayah kabupaten Aceh Utara. Dikarenakan zona merah memiliki resiko lebih tinggi kenaikan kasus positif Covid 19. Pungkas Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh, kemarin. (arm/msi)