PWI : Waspadai Pencatutan Nama Wartawan Untuk Pemerasan

LANGSA (RA)–Para kuli tinta harus waspada terhadap aksi orang tidak bertanggungjawab yang mencatut nama wartawan untuk melakukan pemerasan terhadap sejumlah tokoh dengan dalih melakukan oerbuatan tercela.

“Sebagaimana dialami oleh Munawar salah seorang wartawan media cetak harian terbitan Sumatera Utara, yang juga sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa,” demikian dikatakan Sekretaris PWI Langsa Munawar kepada Rakyat Aceh, pada Minggu (14/6) sore.

Dikatakannya, akibat aksi tercela oknum tidak bertanggungjawab tersebut, dirinya yang bertugas di wilayah Kota Langsa menjadi resah. Pasalnya, sejumlah korban yang menjadi target pemerasan menghubungi dirinya dan meminta klarifikasi melalui lembaga PWI Langsa dan PWI Provinsi Aceh.

“Tentu tindakan oknum yang mengatasnamakan nama saya ‘Munawar’ untuk memeras beberapa orang di Aceh serta Banten, sangat merugikan diri saya baik secara personal maupun profesi sebagai jurnalis. Karenanya, melalui media ini perlu saya jelaskan duduk persoalan yang sebenarnya bahwa itu bukan saya dan saya mengecam keras tindakan tersebut,” tegas Munawar.

Dijelaskannya, aksi pencatutan namanya oleh oknum tidak bertanggungjawab yang sampai saat ini belum diketahui statusnya untuk melakukan pemerasan terhadap sejumlah tokoh, sudah berlangsung sebanyak tiga kali terhadap tiga korban.

Lanjutnya, kali pertama pelaku menyasar korban atas nama Madsari, Sekretaris PWI Cilegon, Banten. Selanjutnya korban salah seorang tokoh di Banda Aceh dan kali ketiga terhadap korban atas nama Indra Gunawan Camat Simeulue Cut, Aceh. Dalam aksinya pelaku meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang disertai dengan ancaman mencemarkan nama baik korban melalui media sosial bila permintaan tersebut tidak dipenuhi.

“Korban yang mendapat pemerasan ini langsung mengkonfirmasi kebenaran aksi tersebut kepada saya melalui PWI Langsa dan PWI Aceh. Namun setelah kita jelaskan, akhirnya korban paham bahwa pelaku pemerasan itu bukan saya, namun orang lain yang mencatut nama mirip saya dan foto saya,” sebut Munawar lagi.

Tembahnya, perlu juga dijelaskan bahwa pelaku menggunakan identitas atas nama Munawar Ibnu yang bekerja pada media waspadalangsa.com. Sementara dirinya memiliki identitas Munawar Bakhtiar dan bekerja pada harian Waspada terbitan Sumatera Utara.

“Satu-satunya yang benar dalam aksi pemerasan tersebut adalah pelaku menggunakan foto saya yang mungkin diambil dari media sosial, jadi saya pastikan bahwa pelaku pemerasan itu bukan saya,” sebut Munawar seraya mengharapkan, jika ada orang mencatut nama dan foto dirinya untuk meminta sesuatu, apalagi memeras, sebaiknya jangan dilayani dan segera lapor ke Polisi. (dai)