3 IRT Jadi Tersangka Perusakan Kantor Reje Kampung

Kantor Reje Kampung Kute Kering Rusak Pasca dilempar oleh tiga tersangka Senin (1/6) MASHURI | RAKYAT ACEH

Pelaku Pengancaman Ditangkap

REDELONG (RA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Beber Meriah menetapkan tiga orang ibu rumah tangga, HS (40), H (40) dan S (35), sebagai tersangka perusakan kantor Reje Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (1/6).

Penetapan tersangka terhadap ketiga orang ibu rumah tangga (IRT) tersebut setelah polisi melakukan penyelidikan dan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah olah TKP, Kita menemukan tiga batu sebagai alat bukti dan masing-masing tersangka melempar batu tersebut ke Kantor Reje Kampung sehingga kaca jendela pecah,” ungkap Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya,S.I.K,M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Musli,SH, kepada Rakyat Aceh, Minggu (14/6).

Dijelaskan, berdasarkan olah TKP, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing, unsur ketiganya untuk ditetapkan sebagai tersangka telah terpenuhi. Saat ini, pihaknya sedang melengkapi berkas administrasi penyidikan sebelum diserahkan ke Jaksa.

Ketiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah diamankan oleh petugas pada Sabtu (14/6) pagi.

“Kita juga akan menggali lebih dalam, apakah ada aktor dibalik kejadian ini, siapa yang menyuruh dan siapa yang menghasut, senin akan kita dalami lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihaknya juga mengaku curiga adanya aktor lain yang terlibat sehingga para kaum ibu tersebut sampai terhasut dan mau berbuat anarkis.

Seperti diberitakan Rakyat Aceh sebelumnya, puluhan kaum ibu di Kampung Kute Kering, melakukan aksi demo mempertanyakan penyaluran program ketahanan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada perangkat kampung. Saat berlangsungnya aksi terjadi pelemparan batu ke Kantor Reje Kampung dan mengakibatkan kaca jendela pecah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Reje Kampung Kute Kering Riduan menegaskan, masyakat yang datang ke kantor Reje Kampung dan melakukan perusakan terhadap fasilitas negara ditunggangi oleh beberapa oknum yang mencoba untuk mengulingkan dirinya dan aparatur kampung.

Menurutnya, program ketahanan pangan serta BLT bukan menjadi pemicu utama masyakat datang ke kampung melainkan adanya misi tertentu untuk mengulingkanya.

”Jika hanya terkait program ketahan pangan saja saya pikir sudah sangat jelas dan bapak camat sudah memberikan penjelasan serta kita saat ini masih menunggu juknis penyaluranya,” tegasnya.

Riduan juga menyebutkan, ketika aparatur kampung mencoba untuk melarang beberapa masyakat tersebut agar tidak melakukan perusakan sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dengan menamparnya dihadapan orang banyak.

“Ibu-ibu yang menayakan juga tidak tau dana apa yang ditanyakan apakah BLT atau atau ketahan pangan yang jelas mereka terlihat emosi dan sulit diajak komunikasi sehingga saya mengetuk meja dan meminta mereka mendengarkan pejelasan saya,” pungkasnya.

Pengancam Reje Juga Ditangkap

Satreskrim Polres Bener Meriah juga mengkap dua orang pelaku pengancaman reje dan aparatur kampung Kute Tanyung, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, berinisial S (46) dan M (48).

Menurut informasi disampaikan Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya,S.I.K,M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rifki Muslim,SH kepada Rakyat Aceh, Minggu (14/6), dua orang warga yang ditangkap tersebut tidak terkait dengan kasus pembakaran kantor reje.

“Ada dua laporan yang kita tangani, yaitu kasus pembakaran Kantor Reje Kampung dan kasus pengancaman terhadap reje dan aparatur kampung tersebut,” ungkapnya.
Terkait dengan kasus pembakaran, polisi masih melakukan penyelidikan dan sudah memerisksa 14 orang saksi. Dari belasan saksi yang diperiksa, belum mengarah kepada pelaku. Polisi masih mencari bukti petunjuk-petujuk yang ada di TKP.

Sementara untuk laporan pengancaman terhadap reje kampung dan aparatur desa katanya, sudah dilakukan penahan terhadap dua orang tersangka, kedua tersangka merupakan kakak beradik dengan sekretaris Kampung Kute Tanyung.

Berdasarkan informasi kepada petugas, pelaku sudah memiliki masalah pribadi, ketika adanya pembagian bansos mereka menilai tidak adanya keadilan dan transparanan sehingga berujung pada pengancaman.

“Sore sebelum pembakaran Kantor Reje Kampung kedua tersangka mengacam akan menghabisi reje dan semua aparatur kampung dan mereka juga memegang alat berupa kunci yang saat ini sedang kita cari tau,” pungkasnya. (uri/ra)