Petani Butuh 300 Ton Pupuk Pertanian

Acara sakral tradisi kenduri blang oleh warga, tradisi kenduri blang digelar pertanda dimulainya turun mengolah sawah pertanian. Sabtu (13/6). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Ribuan petani dan didukung Pemerintah Kabupaten Simeulue yang serentak sedang turun untuk mengolah areal sawah pertaniannya, meminta bantuan pupuk dari pemerinta Aceh maupun dari pusat.

Untuk musim serentak turun kesawah di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue itu, sedikitnya membutuhkan sekitar 300 ton pupuk pertanian yang telah diminta dan diusulkan ke Provinsi Aceh.

Nantinya, ratusan ton pupuk pertanian bantuan Pemerintah Provinsi Aceh, akan dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue secara gratis kepada ribuan petani, dengan tahapan pembagian pupuk yakni saat sedang pengolahan sawah dan setelah selesai menanam padi.

Hal ini dijelaskan, H. Erli Hasyim, Bupati Simeulue sesaat setelah mengikuti acara tradisi sakral petani, yakni kenduri blang yang digelar di dua desa yang ada di Kecamatan Simeulue Barat, Sabtu (13/6).

“Kita sudah komunikasi dengan pak Plt Gubernur Aceh, saat ini seluruh petani serenta turun mengolah sawah secara besar-besaran, maka kita minta pupuk pertanian dan sudah dijanjikan pak Nova Iriansyah dalam waktu dekat ini pupuk itu akan segera dikirim ke Simeulue. Nantinya sekitar 300 ton pupuk itu dibagikan secara gratis kepada petani kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Erli Hasyim, menjelaskan telah terdaftar lebih dari 11.000 orang petani Simeulue telah terdaftar secara resmi untuk mendapatkan dana kredit KUR sebesar Rp 400 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI.

Namun realisasi dana KUR itu masih tersendat dan nyangkut di Bank BRI Wilayah Provinsi Aceh, meskipun anggarannya telah dikirim oleh Kementerian Pertanian ke Bank yang bersangkutan serta hingga saat ini dana tersebut tak kuncung dicairkan pihak Bank.

“Dana KUR ini sangat dinantikan sebanyak 11 ribu orang lebih petani kita yang sedang turun kesawah serentak, namun hingga saat ini belum bisa dicairkan oleh Bank BRI Wilayah Aceh, padahal anggarannya sudah dikirim oleh Kementerian Pertanian RI ke bank itu,” imbuhnya.

Untuk mengatasi persoalan tak kunjung dicairkan persoalan dana KUR Petani oleh Bank yang bersangkutan, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Simeulue akan kembali membahas bersama unsur Muspida setempat, sehingga nantinya KUR tersebut tidak tersendat dan dapat digunakan tepat waktu dan tepat sasaran oleh petani. (ahi/rus)