Produk Kelompok Tani Subur Jaya Tembus Market Luar Daerah

ketua Penyuluh Swadaya Indra Yani, Senin, (15/6).

TAPAKTUAN (RA) – Kelompok Tani Subur Jaya,  yang berloksi di Gampong Pucuk Krueng, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan sukses mengembangkan beberapa produk lokal.

Produk yang dihasilkan Kelompok Tani Subur Jaya,  yaitu seperti minyak murni,  budiya cabe, pupuk organik, bibit pala sambutan dan lainnya. Yang  marketnya bukan hanya local akan tetapi juga diluar daerah.

” Hasil prosduksi juga kita pasarkan ke luar daerah, namun saat ini terkendala pandemi covid-19,” kata ketua Penyuluh Swadaya Indra Yani, kepada Rakyat Aceh, Senin, (15/6).


Indra yang juga sebagai pembina Kelompok Tani Subur Jaya menerangkan bahwa bahan mentah yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik sangatlah ramah lingkungan dan mudah di dapatkan, dimana komposisinya yakni dari limbah masyakarat seperti ampas padi, ampas nilam, dan kotoran ternak.

” Dari hasil penyulingan limbah masyarakat tersebut kita jadikan pupuk organik dengan kualitas terbaik, saat ini hasil produksi kita mencapai 1 sampai 2 ton perhari” terangnya.

Indra menceritakan awal mula mengembangkan usaha Kelompok Tani  Subur Jaya berangkat  dari pengalaman mengikuti pelatihan ke Keciancur, Jawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan Dearah tahun 2013, kemudian mengikuti pelatihan ke Sumedang, dan OISCA di Suka Bumi, Jawa Barat di danai oleh Forum Pala Aceh pada tahun 2017, kemudian hasil dari situ ia mengembangkan kepada kelompok Tani yang ada di daerah.

” Setelah mengukuti pelatihan kemudian saya berbagi ilmu dan membina kelompok Tani Subur Jaya,” tuturnya.

Indra mengaku usaha pupuk organik Subur Jaya saat ini belum memiliki fasilitas produksi yang memadai karena Fasilitas yang digunakan saat ini milik forum pala Aceh.

” Kita masih kekurang alat penggiling kotoran ternak dan juga bangunan produksi saat ini terlalu sempit,” ungkap Indra.

Sejauh ini kata Indra, Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait telah melakukan pembinaan terhadap Kelompok Tani Subur Jaya namun belum memberikan bantuan Fasilitas pendukung untuk usaha ini.

“Harapan kita kepada pemerintah Daerah lebih memperhatikan masyarakat dalam mengembangkan usaha,  salah satunya yaitu usaha Kelompok Tani Subur Jaya dan mendukung produk lokal lainnya,” tutupnya.(Yat)