Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 16 Jun 2020 07:43 WIB ·

SMAN 2 Abdya Kembangkan Otomasi Perpustakaan


 SMA Negeri 2 Aceh Barat Daya bekerjasama dengan Aceh Library Consultant (ALC) dan Prodi Ilmu Perpustakaan melakukan sebuah terobosan baru dengan melakukan otomasi sistem perpustakaan. IST/RAKYAT ACEH Perbesar

SMA Negeri 2 Aceh Barat Daya bekerjasama dengan Aceh Library Consultant (ALC) dan Prodi Ilmu Perpustakaan melakukan sebuah terobosan baru dengan melakukan otomasi sistem perpustakaan. IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Guna mewujudkan program pengembangan sistem otomasi perpustakaan SMA Negeri 2 Aceh Barat Daya bekerjasama dengan Aceh Library Consultant (ALC) dan Prodi Ilmu Perpustakaan melakukan sebuah terobosan baru dengan melakukan otomasi sistem perpustakaan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 13-15 Juni 2020.
Kepala Sekolah SMAN 2 Aceh Barat Daya, Marzuki mengatakan, kegiatan pengembangan perpustakaan sebagai salah satu tindak lanjut realisasi program kerjasama antara SMA Negeri 2 Aceh Barat Daya dengan Aceh Library Consultant (ALC) dan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Kegiatan pengembangan sistem otomasi perpustakaan merupakan bagian dari program prioritas kegiatan pada tahun 2020 guna meningkatkan layanan dan kemudahan dalam temu kembali informasi”,kata Marzuki disela-sela kegiatan bedah perpustakaan di SMAN 2 Abdya, Minggu (14/6).

Di era teknologi informasi, kata Marzuki, saat ini mendorong setiap Perpustakaan mengimplementasikan teknologi untuk berbagai kemudahan dalam manajemen pengelolaan perpustakaan.

Kedepan, kata Marzuki perpustakaan SMA Negeri 2 Aceh Barat Daya siap untuk diakreditasi dan menjadi tempat favorit warga sekolah, sehingga ia berharap pada saat waktu kosong siswa tidak berpikir ke kantin, namun yang terbayang adalah mengujungi perpustakaan.

Oleh karena itu pihaknya membuat perpustakaan bisa senyaman mungkin bagi pemustaka.
Sementara itu, koordinator pengembangan Perpustakaan SMAN 2 Aceh Barat Daya, Ahmad Ricky Baidhawi menjelaskan, kegiatan pengembangan perpustakaan ini sebagai salah satu bentuk tanggungjawab dan upaya mahasiswa dan alumni Ilmu Perpustakaan yang tergabung dalam Aceh Library Consultant untuk mewujudkan program pengembangan perpustakaan sekolah berbasis web.

Melalui kegiatan ini, kata Ricky setidaknya bisa membantu rutinitas pengelolaan administrasi dan manajemen perpustakaan, mulai dari kegiatan pengolahan, sirkulasi, inventaris koleksi, statistik pengunjung dan kegiatan-kegiatan lainyan yang terkait dengan pekerjaan operasional perpustakaan secara cepat dan tepat.

“Tahap awal kita fokus integrasi koleksi dari manual ke otomasi dengan menggunakan aplikasi SchILS yang merupakan sistem otomasi perpustakaan berbasis SLiMS yang khusus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah. Kedepan, untuk pengembangan kita akan mengonlinekan sehingga dapat diakses oleh semua pengguna tanpa harus ke perpustakaan”, kata Ricky selaku penanggungjawab kegiatan, Minggu (14/6).

Selama 3 hari ini, kata Ricky pihaknya fokus melakukan pengolahan seluruh koleksi mulai dari entri, penempelan label dan barcode, pembuatan kartu perpustakaan untuk mendukung penerapan otomasi perpustakaan serta kemudahan akses buku yang menjadi rujukan setiap siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain itu, dihari terakhir kata Ricky pihaknya juga membekali para pengelola perpustakaan serta sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab alumni dan program studi Ilmu Perpustakaan pihaknya akan terus memberikan pendampingan untuk pengembangan perpustakaan ke depan.

Kehadiran para relawan Aceh Library Consultant (ALC) dipimpin langsung oleh Direktur ALC, Arkin SIP, Wandi Syahputra SIP (Manager Operasional), M Zulkifli SIP, Ahmad Ricky Baidhawi SIP, Wahyu Salfitri. (ril/bai)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kasus Korupsi di Aceh semakin marak, puluhan pemuda dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) Aceh Demonstrasi di Kejati Aceh

17 July 2024 - 18:14 WIB

Donor Darah di PMI Kota Banda Aceh, Pj Ketua PKK Aceh Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah

17 July 2024 - 17:45 WIB

RS Pendidikan USK Pusat Layanan Vaksinasi Banda Aceh dan Aceh Besar

17 July 2024 - 17:43 WIB

Promosi Judi Online, Seorang Selebgram Asal Aceh Jaya Ditetapkan sebagai Tersangka

17 July 2024 - 16:39 WIB

Hari Ketiga Ops Patuh Seulawah, Lantas Polda Aceh Bagikan Brosur Tertib Berlalulintas

17 July 2024 - 16:36 WIB

Antisipasi Konser Langgar Syariat, Fachrul Razi Kembangkan Pusat Rapai Aceh di Banda Aceh

17 July 2024 - 16:33 WIB

Trending di METROPOLIS